BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali melakukan penyegaran struktural dengan merotasi tujuh pejabat di lingkupnya. Kegiatan pelantikan tersebut berlangsung di Aula Kayuh Baimbai Balaikota Banjarmasin, Rabu (25/03/2026) sore ini, dalam suasana yang khidmat.
Langkah ini bukan sekadar pergantian jabatan, tapi sinyal kuat bahwa ada target besar yang harus segera dikejar, terutama di sektor yang selama ini jadi sorotan: lingkungan hidup.
Dari seluruh nama yang dilantik, perhatian langsung mengarah pada Ichrom Muftezar, SSTP, MSi yang kini dipercaya memimpin Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin. Jabatan ini bukan posisi nyaman, tapi medan berat yang penuh tekanan, terutama di tengah kondisi darurat sampah yang belum sepenuhnya teratasi.
Dalam pernyataan awalnya, Ichrom membuka dengan nada yang lugas. Ia mengakui amanah ini bukan hal ringan, sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.
“Ini amanah yang besar, saya berterima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota atas kepercayaan ini. Tentunya bukan pekerjaan mudah, tapi harus kita jalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Ia juga tidak lupa mengapresiasi kinerja pejabat sebelumnya yang dinilai telah meletakkan fondasi kuat. Namun menurutnya, situasi saat ini menuntut langkah yang lebih progresif, bukan sekadar melanjutkan pola lama.
Fokus utama yang langsung ia soroti adalah persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Kota Banjarmasin. Ia bahkan menyebut kondisi tersebut sudah berada di titik yang tidak bisa ditangani secara biasa.
“Kita harus jujur, ini sudah masuk kondisi darurat, tidak bisa lagi ditangani dengan cara yang sama seperti sebelumnya,” tegasnya.
Untuk itu, Ichrom mendorong lahirnya sejumlah program strategis, mulai dari sistem penampungan sampah bawah tanah hingga pengolahan sampah menjadi energi dan bahan bakar alternatif.
“Kita ingin ke depan tidak lagi bergantung pada TPA, sampah yang dibuang itu hanya residu, sisanya harus kita olah,” jelasnya.
Namun ia menekankan, semua itu tidak akan berjalan tanpa dukungan luas. Ia secara terbuka mengajak semua pihak untuk terlibat, mulai dari akademisi, pelaku usaha, hingga media.
“Ini bukan kerja satu dinas, kalau tidak ada kolaborasi, kita tidak akan bisa keluar dari persoalan ini,” katanya.
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat adalah kunci utama keberhasilan program.
“Masyarakat harus paham dan ikut bergerak, tanpa itu, program sebagus apa pun tidak akan maksimal,” tambahnya.
Dalam waktu dekat, Ichrom bersama jajaran DLH juga akan menemui Wali Kota untuk meminta arahan langsung sebagai langkah awal menjalankan tugas barunya.
Rotasi ini pada akhirnya bukan hanya soal pergantian jabatan. Di tangan Ichrom Muftezar, harapan publik kini bertumpu: apakah Banjarmasin bisa keluar dari persoalan sampah, atau justru kembali terjebak di masalah yang sama. (nug/KPO-3)















