Oleh : H. AHDIAT GAZALI RAHMAN
Itulah hebatnya agama Islam, pengikutnya tidak hanya diberikan kewajiban yang harus dikerja kan, namun juga ada juga beberapa ibadah yang diberikan kepada muslim yang ingin lebih dari cuma mengerjakan perintah kewajiban, dan itu hampir terdapat di semua segi kehidupan seorang muslim dalam dunia ini, dari mau tidur hingga bangun tidur lagi, dari memakai pekaian hingga melepaskannya dari berangkat meninggalkan rumah hingga kembali ke rumah lagi, semua itu ada himbauan yang sebaiknya dikerjakan jika seorang mengaku muslim, dan ingin mendapatkan perlindungan dari Allah SWT. Ketika mau tidur umat Islam dibimbingan untuk mengerjakan apa yang seharus dikerjakan sebelum tidur, dari cara tidur hingga memohon perlindungan kepada yang penciptakan agar dalam tidur tidak diganggu makhluk lain, yang akan membawa kepada hal yang mennyebabkan kerugian pada kehidupan seorang muslim.
Demikian juga setelah mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, sebagai ummat Islam dihimbau untuk melaksanakan puasa sunnah selama enam hari di bulan Syawal yang waktunya ditentukan oleh umat Islam sendiri, apakah tiga hari setelah ramadhan, atau di tengan bulan atau di akhir Syawal, Allah sebagai pencipta, hanya menganjurkan lewat sebuah hadis, “Barang siapa yang melaksanakan puasa di bulan Ramadan, kemudian melanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka amalan tersebut setara dengan puasa sepanjang tahun”. (Muslim)
Yang perlu diketahui apa keuntungan umat Islam melaksanakan puasa Sunnah di bulan Syawal itu, menurut beberapa ulama, faedah puasa di bulan Syawal itu merupakan cara untuk meningkatkan keimanan dan menjauhkan diri dari keburukan, sehingga harapan dan peluang menjauhkan diri dari neraka bisa saja terjadi. Hal ini sejalan dengan hadis, “Barang siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah SWT, niscaya Allah SWT akan menjauhkan dirinya dari neraka sejauh jarak tujuh puluh tahun”. (Bukhari dan Muslim). Sementara dalam hadits qudsi diperjelas lagi, “Setiap amal manusia adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa adalah untuk-Ku, dan Akulah yang akan memberinya ganjaran”. (Bukhari). Merujuk dari kedua hadits di atas, maka manfaat dan keutamaan puasa sunah untuk umat Islam di antaranya : mendekatkan diri kepada Allah SWT, menyucikan jiwa sehingga ketakwaan dan keimanan meningkat, kedisiplinan, konsisten dan kontrol diri, memperberat timbangan amal kebaikan, menghapus dosa kecil, meningkatkan kemampuan untuk bersabar dan ikhlas, melatih Menyempurnakan puasa wajib, menjadi proteksi diri dari api neraka, menjadi penolong ketika di akhirat, menumbuhkan cinta dan memicu rasa ingin terus melaksanakan amalan ibadah sunah lainnya.
Amalan sunah lainnya yang jangan dilewatkan apakah pada bulan Ramadhan, bulan setelahnya dan kapanpun bisa melaksanakannya, karena itu sangat mudah dilakukan tapi tetap mendapatkan keistimewaan dan keutamaan yang serupa dengan berpuasa sunah, yakni berinfak dan bersedekah. Justru dengan melakukan amalan sunah berpuasa sembari berinfak dan bersedekah semakin melipatgandakan manfaat yang akan umat Islam rasakan.










