Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Kalsel

Banjarmasin Kerjasama Daerah Tetangga Lengkapi Volume Sampah jadi Listrik

×

Banjarmasin Kerjasama Daerah Tetangga Lengkapi Volume Sampah jadi Listrik

Sebarkan artikel ini
IMG 20260410 WA0018 1 e1775774518757

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Banjarmasin telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan pengelolaan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Volume dari Banjarmasin tak memenuhi. Maka akan disuplai dari Kabupaten Banjar dan Barito Kuala (Batola).

Kalimantan Post


Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) wilayah Kota Banjarmasin, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar, dipimpin oleh Staf Ahli Menteri LH Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, Hanifah Dwi Nirwana, Kamis (9/4) di Gedung Idham Chalid.

“Program ini mengacu pada Perpres Nomor 109 Tahun 2025 untuk mendorong pembangunan listrik ramah lingkungan berbasis sampah,” kata Hanifah.

Total pasokan sampah dari tiga daerah tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 635 ton per hari, dengan kontribusi terbesar dari Kota Banjarmasin. Fasilitas PSEL nantinya akan dibangun di satu lokasi di Banjarmasin sebagai pusat aglomerasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, mengatakan Kota Banjarmasin dipilih sebagai salah satu lokasi prioritas pembangunan karena volume sampah yang cukup tinggi, sehingga dinilai layak secara teknis dan ekonomis. Ia menyebutkan bahwa pengolahan sampah menjadi energi listrik memerlukan pasokan minimal sekitar 700 ton sampah per hari agar dapat berjalan optimal.

“Banjarmasin menjadi titik rencana pembangunan karena produksi sampahnya tinggi. Ini penting agar teknologi yang digunakan bisa berjalan efektif dan ekonomis,” jelasnya.


Ia menambahkan, proyek ini melibatkan dua Kabupaten dan satu Kota sebagai sumber pasokan sampah. Hal ini menjadi salah satu syarat utama agar pengelolaan dapat terintegrasi dan berkelanjutan.


Rahmat juga mengungkapkan bahwa proyek ini telah menjalin kerja sama dengan pihak PLN Persero (Perusahaan Listrik Negara) dalam pengelolaan energi listrik yang dihasilkan.


Ke depan, Pemprov Kalsel akan melakukan monitoring terhadap tahapan pelaksanaan proyek, yang saat ini masih dalam proses perencanaan dan kajian teknologi.
“Masih panjang tahapannya, termasuk penentuan teknologi yang akan digunakan.

Baca Juga :  H Muhidin Tekankan Peningkatan Disiplin ASN dan Pegawai

Namun yang jelas, komitmen kita sudah ada dan ini menjadi langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan,” pungkasnya. (mns/KPO-1)

Iklan
Iklan