Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Banjarmasin

Galeri Sasirangan Sungai Jingah Terbengkalai

×

Galeri Sasirangan Sungai Jingah Terbengkalai

Sebarkan artikel ini
1 3 klm 3 cm saringan
KONDISI Galeri Sasirangan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara. (REPRO)

Banjarmasin, KP – Galeri Sasirangan Sungai Jingah, Banjarmasin Utara kini terbengkalai.

Padahal, bangunan yang sempat digadang-gadang sebagai etalase budaya lokal itu, malah memprihatinkan, tak terawat dan nyaris kehilangan fungsi sebagai pusat promosi kerajinan khas daerah.

Kalimantan Post

Atas semua, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) mengaku belum turun tangan langsung. Penyebabnya, status aset galeri tersebut hingga kini masih dalam proses pengembalian dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Kepala Disbudporapar Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengungkapkan galeri itu awalnya dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Namun pengelolaannya belum sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah.

“Proses administrasi pengembalian aset masih berjalan. Jadi kami belum bisa melakukan intervensi, baik perbaikan maupun pengelolaan,” katanya.

Ia menambahkan, setelah proses serah terima rampung dan aset resmi menjadi milik Pemko, barulah langkah perbaikan bisa diusulkan.

Rencana tersebut bahkan disebut akan dimasukkan dalam perubahan anggaran tahun 2026.

“Selama belum tercatat sebagai aset pemerintah, kewenangan kami terbatas. Itu yang menjadi kendala utama saat ini,” ujarnya lagi.

Sisi lain, kondisi galeri yang terbengkalai ini dinilai berdampak langsung terhadap citra kawasan Sungai Jingah sebagai destinasi wisata berbasis budaya.

Padahal, sejak diresmikan pada 2020, galeri tersebut diharapkan menjadi ruang strategis untuk mempromosikan karya para perajin kain sasirangan.

Kini, harapan itu seolah meredup. Aktivitas promosi nyaris tak terlihat, dan bangunan yang dulunya menjadi simbol kebanggaan justru berubah menjadi potret stagnasi pengelolaan aset.

Pemko pun berharap proses serah terima dapat segera diselesaikan agar fungsi galeri bisa dihidupkan kembali dan kembali menjadi denyut promosi produk lokal.

“Harapannya, galeri ini nantinya bisa dimanfaatkan kembali untuk menampilkan karya para pengrajin sasirangan,” ucapnya. (*/K-2)

Baca Juga :  Dispersip Banjarmasin Perkuat Akreditasi Baru, Perpustakaan Sekolah Didorong Lebih Berkualitas
Iklan
Iklan