BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Nasib apes dialami mantan pemain Barito Putera dan Bhayangkara FC, Matias Mier ini. Sepanjang musim 2023/2024 hingga 2025/2026, dari empat klub yang dibelanya dari tiga negara yang berbeda, semuanya terdegradasi
Diawali pertualangannya ke Liga 1 Indonesia 2023/2024 dengan memperkuat Bhayangkara FC. Walau pun tampil cukup bagus, tapi klub Bhayangkara FC terdegradasi ke Liga 2.
Diputaran kedua Liga 1 2024/2025, pemain berusia 34 itu direkrut Barito Putera yang lagi terseok-seok.
Penampilan pemain asal Uruguay itu cukup ciamik bersama Barito Putera. Itu terbukti Matias Mier mencetak 8 gol dalam 15 pertandingan bersama Barito Putera di Liga 1.
Kehadirannya memberikan dampak signifikan, termasuk mencetak hat-trick melawan Persebaya pada Januari 2025 dan menciptakan rekor gol cepat 28 detik melawan Semen Padang.
Namun, Matias Mier tak mampu menolong Barito Putera terhindar dari degradasi ke Liga 2.
Setelah kurang mujur di Liga 1, pemain bertubuh gempal balik ke kampung halamannya, Uruguay dan membela klub River Plate Montevideo.
Lagi-lagi nasib apes menghampirinya. River Plate
terdegradasi dari Divisi Utama Uruguay (Liga AUF) ke kasta kedua (Segunda División) untuk musim 2025. Tim ini finis di peringkat ke-15 dari 16 tim dalam tabel rata-rata degradasi musim 2025, menandai penurunan performa yang drastis.
Setelah itu Matias Mier bergabung ke klub Zacatecoluca yang berlaga di kasta tertinggi Liga El Salvador di musim 2025/2026.
Sebenarnya Matias Mier cukup tajam sebagai gelandang serang dengan mencetak 9 gol dan 2 assist. Sayangnya, Zacatecoluca memiliki tiga striker, tapi anehnya jika digabung jumlah golnya hanya 6.
Akibatnya, dewi fortuna lagi-lagi tak menaungi Matias Mier, Zacatecoluca terdegradasi.
Terlepas nasib apes menyelimutinya dalam beberapa pertandingan terakhir, sebenarnya Matias Mier memiliki catatan menarik dalam perjalanan kariernya.
Di tahun 2011 silam, bakatnya sempat menarik perhatian pelatih top Atletico Madrid, Diego Simeone.
Saat itu, Mier masih membela klub Uruguay, Penarol, dan menunjukkan potensi yang menjanjikan. Performanya yang cemerlang itu tidak luput dari pengamatan seorang Diego Simeone, yang kala itu masih menukangi Racing Club di Argentina.
Melihat bakat mentah tersebut, Simeone pun tertarik untuk memboyongnya. Namun, sejarah berkata lain. Alih-alih bergabung dengan tim asuhan Simeone, Mier memilih untuk merantau ke Chile dengan membela Universidad Catolica.
Keputusan itu membawanya berpetualang di berbagai liga elite Amerika Selatan, termasuk di Kolombia bersama Independiente Santa Fe, sebelum akhirnya berlabuh ke Liga Indonesia, membela Bhayangkara FC dan Barito Putera.
Tim Matias Mier yang mengalami degradasi empat kalu beruntun
- 2023/2024 : Bhayangkara FC (Indonesia)
-2024/2025 : Barito Putera Putera (Indonesia) - 2025 : River Plate (Uruguay)
•2025/2026 Zacatecoluca (El Salvador)















