Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
Hukum & Peristiwa

Diduga Kelebihan Muatan, Truk Berisi Material Picu Jembatan Sakaharang Mantuil Ambruk

×

Diduga Kelebihan Muatan, Truk Berisi Material Picu Jembatan Sakaharang Mantuil Ambruk

Sebarkan artikel ini
IMG 20260830 WA0038 e1788084657898
Jembatan Sakaharang Mantuil ambruk hingga sebuah truk bermuatan material terperosok. (Kalimantanpost.com/Hamdi).

BANJARMASIN, Kalimantanpost.com – Jembatan Sakaharang di Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan ambruk saat hendak dilintasi sebuah truk pengangkut batu material, Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

Truk tersebut diduga membawa muatan melebihi kapasitas jembatan. Namun, hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab ambruknya jembatan tersebut.

Kalimantan Post

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Mantuil, Hamdhani, mengatakan jembatan ambruk tepat ketika truk berada di atasnya.

“Saat truk melintas, jembatan langsung ambruk,” ungkapnya.

Menurut Hamdhani, dugaan kelebihan muatan belum dapat dipastikan. Saat kejadian, truk diketahui membawa batu material untuk proyek rencana pengaspalan jalan di kawasan Kuin Besar.

“Kita belum tahu apakah melebihi kapasitas atau tidak. Sebab, truk tersebut membawa material untuk proyek rencana pengaspalan di kawasan Kuin Besar,” tuturnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Sopir truk selamat dan langsung diamankan setelah kendaraan yang dikemudikannya terperosok akibat jembatan ambruk.

Ia menuturkan kondisi jembatan saat ini cukup parah sehingga akses warga terputus. Padahal, jembatan tersebut merupakan akses utama masyarakat di kawasan Mantuil.

“Kondisinya memang sangat darurat. Jembatan patah dan tidak bisa dilewati lagi karena ini merupakan akses utama warga,” ujarnya.

Jembatan tersebut juga menjadi akses penghubung warga Mantuil dengan sejumlah wilayah di kabupaten tetangga, seperti Kabupaten Banjar dan Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Selain masyarakat, sejumlah pekerja juga terdampak akibat terputusnya akses tersebut. Hal ini mengingat kawasan sekitar jembatan terdapat sejumlah perusahaan industri dengan jumlah karyawan yang cukup besar.

“Akses ini merupakan jalur utama bagi warga Mantuil dan warga dari kabupaten lain. Kemudian, ada perusahaan besar yang memiliki sekitar seribu karyawan. Memang sangat vital,” bebernya.

Baca Juga :  Pemabuk Tusuk Ibu Rumah Tangga dengan Pecahan Botol Sirup, Diringkus Polisi di Tambang Ulang Tala

Untuk sementara, warga berupaya membuat akses penyeberangan darurat dengan menggunakan dua kelotok yang disejajarkan.

Di atas kedua kelotok tersebut dipasang lantai sehingga dapat digunakan sebagai jalur penyeberangan bagi kendaraan roda dua.

“Kita juga sudah menyampaikan kondisi jembatan ini kepada pemerintah,” pungkasnya. (ham/KPO-3)

Iklan
Iklan