Aruh Sastra Kalsel Sukses di Kotabaru

Foto Bersama. (KP/Andi)

Kotabaru, KP – Penutupan Aruh Sastra Kalimantan Selatan ke-15 (ASKS) Tahun 2018 Pergelaran Apresiasi Sastra yang diikuti hampir seluruh Kabupaten/Kota se-Kalimantan Selatan, bertempat Taman Siring Laut Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru. Sabtu malam 10 Nopember 2018, di lakukan oleh sekretaris daerah kabupaten Kotabaru, H. Sa’id Akhmad Assegaf, dan dinyatakan sukses.

Selama seminggu gelar Aruh Sastra berlangsung Dengan tema “menyingkap eksotika puitik negeri halimun”. Acara selain dihadiri oleh Said Akhmad Sekda Kotabaru, juga Pejabat SKPD Kotabaru, Camat Pulau Laut Utara, Kasdim 1004 Kotabaru, dan tamu undangan lainnya.

Dalam kegiatan Aruh Sastra 15 Kalimantan Selatan di Kotabaru, di laksanakan dengan berbagai lomba. Di antaranya lomba mamanda.

Sebagai juara lomba antara lain, Juara 1 Sanggar Seni Bauntung Batuah Kabupaten Tanah Bumbu. Juara II Sanggar Seni Kariwaya Kabupaten Balangan. Juara III Sanggar Seni Karta Widana Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Pemain Favorit pemeran Inang yaitu Aisha Sanggar Pusaka Tabalong.

Dalam hal tersebut Sekda Kotabaru Said Akhmad mengatakan, “tanpa terasa kegiatan Aruh Sastra Kalimantan Selatan tahun 2018 di Kabupaten Kotabaru yang telah berlangsung sejak tanggal 6 November lalu pada malam hari ini akan segera berakhir. Aruh Sastra Kalimantan Selatan ini telah banyak memberikan manfaat dan motivasi bagi kita semua akan nilai-nilai kesusastraan yang dapat mendorong kita untuk menjadi manusia yang semakin berbudaya yang selalu mencari nilai-nilai kebenaran, keindahan dan kebaikan.

Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras dalam mensukseskan acara ini, yang dapat terlihat dari tingginya animo masyarakat yang menyaksikan dan ikut menyemarakan Aruh Sastra Kalimantan Selatan ini, harapan saya dengan suksesnya kegiatan ini mampu mendorong kemajuan Sastra daerah dan Sastra Nasional serta kecintaan kita semua terhadap dunia sastra dalam hal ini membaca. Membaca itu sangat penting karena bisa menjadi sumber inspiratif kita semua, dengan membaca akan membentuk kemampuan berpikir yang lebih berkualitas melalui suatu proses seperti menangkap gagasan informasi serta dapat memahami, meimajinasikan, mengekspresikan dan selanjutnya menjadi lebih kreatif,” tandas Sekda.

Acara penutupan aruh sastra juga dihibur dengan Mamanda dengan judul nafas cinta digelombang asmara, yang mengundang gelak tawa para pengunjung atas dialog dan tingkah kocak yang di lakonkan. (and/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...