Ingat Tetesan Darah dan Air Mata Pejuang

60

Banjarmasin, KP – Kemerdekaan yang diraih oleh Indonesia tak terlepas dari para pejuang dan pahlawan.

Kemerdekaan yang diraih itu berkat tetesan darah dan air mata para pahlawan. Karena itu, generasi saat itu harus selalu mengingat perjuangan para pahlawan.

“Kita saat ini sudah menikmati hasil perjuangan para pejuang di masa penjajahan. Untuk itulah kita, khususnya generasi muda, jangan lupakan sejarah dan perjuangan para pejuang dengan cara bergerak membangun banua,’’ kata Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di stadion 17 Mei, Sabtu (10/11).

Bagaimana cara generasi muda membangun Banua?.

Menurut gubernur yang akrab disapa Paman Birin ini, tergantung bidang masing-masing. Jika pelajar atau mahasiswa maka harus serius belajar agar di masa akan datang menjadi seseorang yang berdaya saing.

Jika dari kalangan pekerja maka caranya adalah dengan giat bekerja.

“Mari generasi muda, kita bergerak untuk membangun banua karena inilah salah satu cita-cita para pejuang dahulu supaya masyarakat sejahtera,’’ ajaknya.

Pada peringatan Hari Pahlawan ini, selain berpakaian ala pejuang bahari, Paman Birin juga menghiasi wajahnya dengan coret-coretan berwarna.

Sontak, aksinya itu diikuti hampir seluruh peserta upacara.

Selain itu, juga ada drama kolosal. Usai pelaksanaan upacara, juga dilaksanakan ziarah ke Makam H Hasan Basry di Liang Anggang Banjarbaru.

Paman Birin menambahkan, pada peringatan Hari Pahlawan 2018 ini masyarakat Kalsel patut berbangga hati.

Sebab, lanjutnya, Ir H Pangeran Muhammad Noor, dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional.

“Alhamdulillah, perjalanan panjang telah dilalui dan anugerah Pahlawan Nasional telah diberikan.

Kita patut bangga karena perjuangan Pangeran Muhammad Noor banyak memberikan kontribusi, baik bagi Kalsel dan Indonesia.

Kontribusi yang telah beliau berikan inilah yang patut kita jaga,’’ bebernya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kalsel, Adi Santoso menambahkan, pelaksanaan hari pahlawan dimaknai sebagai momem untuk mentransfer nilai-nilai kejuangan.

Makna yang  dapat diambil, sambung Adi, semangat perjuangan dan semangat nasionalisme kepada generasi penerus bangsa.

“Semoga peringatan ini mampu memberikan penanaman nilai nilai semangat perjuangan kepada masyarakat termasuk pertunjukan drama kolosal,’’ beber Adi.(mns/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...