Keberadaan Pokja Wartawan Jadi Masukan Dewan

KEBERADAAN – Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan di lingkungan Sekretariat DPRD Jawa Timur cukup diakui untuk mendukung pemberitaan positif maupun mendapatkan masukan lainnya, terutama bagi anggota legilatif.

Bahkan banyak masukan positif yang bisa mendukung kinerja dewan sendiri dengan adanya kritikan, diskusi ataupun konsultasi untuk berbagai masalah yang di wilayah Jatim.

“Jadi Pokja Wartawan ini sering disebut Komisi F, karena masukannya juga jadi bahan pertimbangan,’’ kata Kabag Umum Sekretariat DPRD Jatim, Imam Cholil, yang menerima rombongan Pressroom DPRD Kalsel pada akhir pekan lalu.

Hal inilah yang menyebabkan Sekretariat DPRD setempat selalu melibatkan wartawan dalam kegiatannya, termasuk melakukan studi komparasi serupa dalam rangan mensinergikan pemberitaan kegiatan di lembaga legislatif.

“Kita juga mengajak anggota Pokja untuk melakukan studi komparasi ke daerah lain,’’ ujarnya, yang pernah melakukan studi komparasi ke DPRD Kalsel pada 2015 lalu.

Pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut lebih menekankan dalam hal pemberitaan dan kegiatan kehumasan. Terlebih, pemberitaan merupakan salah satu cara penyampaian kegiatan di tingkat legislatif sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.

Terkait pemberitaan, Imam juga menjelaskan bahwa mayoritas berita yang disampaikan adalah hal-hal yang positif, tanpa mengurangi sifat kritis awak media dan kebenaran berita yang dipublikasikan.

Apalagi berita positif, menurut Imam, lebih diperlukan oleh masyarakat, ketimbang berita-berita buruk yang justru akan mengurangi tingkat kepercayaan terhadap lembaga legislatif.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pokja Wartawan DPRD Provinsi Jawa Timur, Rico, yang berupaya menyatukan anggotanya yang berasal dari berbagai media dengan cara diskusi santai tiap hari.

Langkah itu dinilai lebih efektif, tidak hanya bagi pemberitaan di tingkat legislatif namun juga meningkatkan kesolidan dan hubungan baik antar anggota.

“Anggota Pokja Indrapura (sebutan bagi kelompok kerja wartawan di Pressroom DPRD Jawa Timur) saling melengkapi, terutama jika ada salah satu yang berhalangan dalam peliputan,’’ kata Rico.

Bahkan keberadaan wartawan di pressroom bersifat bergiliran, karena kesibukan masing-masing, namun tidak mengurangi kinerja dalam memberitakan kegiatan di lingkungan DPRD Jatim.

Tentu ada perbedaan karena tipologi DPRD sini termasuk tipe A, sedangkan Kalimantan Selatan tipe C, dengan jumlah anggota dewan 100 orang, dan pada Pemilu 2019 nanti akan ditambah menjadi 120 orang.

Kabag TU Sekretariat DPRD Kalsel, Riduansyah mengakui cukup banyak masukan yang diperoleh pada studi komparasi ini, tidak hanya menyangkut pemberitaan di lingkungan dewan, namun juga dalam pengelolaan masalah lainnya, seperti pengadaan baju anggota dewan, kebersihan dan keamanan.

“Jadi masukan ini bisa diterapkan di Kalsel,’’ ujar Riduansyah, yang memimpin rombongan. (yana/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...