Pertahankan Budaya, Pemko Gelar Baayun Maulid di Masjid Jami Sungai Jingah

Banjarmasin, KP – Guna mempertahankan tradisi turun temurun yang membudaya serta dijadikan sebagai salah satu icon Urang Banjar, Baayun Maulid merupakan menu wajib dilakukan disetiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.

Kegiatan Baayun Maulid yang disambut antusias warga sekitar Masjid Jami kawasan Sultan Adam, mereka berbondong bondong membawa keluarganya ikut serta untuk diayun pada perayaan tersebut, tak terkecuali istri dari orang nomer satu di Banjarmasin.

Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina mengaku senang dan sangat mengapresiasi terhadap antusias dan semangat masyarakat Kota Banjarmasin dalam mempertahankan tradisi warisan dari orang orang terdahulu.

“Saya sangat mengharap tradisi seperti ini terus dilaksanakan danterus diwariskan kembali pada generasi kita, anak cucu kita mendatang, agar budaya kita tidak hilang dan tetap terjaga dengan utuh,’’ ucap petinggi Pemko Banjarmasin kepada awak media, Selasa (20/11) disela-sela kegiatan Baayun Maulid.

Bahkan, tak hanya bayi balita maupun anak anak yang jadi peserta, isteri dari walikota Banjarmasin, Hj Siti Wasilah pun turut serta baayun untuk melestarikan tradisi yang sudah diyakini oleh masyarakat kota Banjarmasin sejak dahulu.

Hj Siti Wasilah mengaku senang dapat berpartisipasi ikut dalam kegiatan budaya Baayun Maulid seperti yang digelar hari ini, bahkan ia mengapresiasi usaha dari pemerintah kota dalam mempertahankan tradisi Baayun Maulid tersebut.

Berita Lainnya

Restauran Terapung Resmi Operasional

1 dari 1.758
Loading...

“Saya harap dimaulid maulid selanjutnya, di tahun tahun berikutnya bisa seperti ini lagi, bahkan bisa lebih meriah lagi, dengan menggelar acara seperti ini merupakan upaya pemerintah untuk mempertahankan bahkan untuk mengangkat budaya Urang Banjar,’’ katanya.

Adapun pada kegiatan Baayun Maulid yang digelar di Masjid Jami Sungai Jingah Banjarmasin oleh Pemerintah Kota Banjarmasin berjalan meriah dengan diikuti oleh 800 peserta dari berbagai pelosok Kota Banjarmasin dengan 492 baayun yang dilakukan secara bergantian.

Kegiatan tahun ini tak kalah menariknya pada kegiatan tahun sebelumnya. Karena diikuti peserta dari berbagai kalangan dan usia.

Untuk kalangan usia, peserta paling muda adalah bayi berusia 13 hari sedangkan peserta yang paling tua berumut 93 tahun.

Peserta Bayun Maulid, M Nazib, yang saat itu bersama orang tuanya Solihin. Solihin mengaku gembira acara peringatan Maulid ini diselenggarakan dan ia berharap dalam kepesertaan anaknya yang berusia 7 tahun bisa mendapatkan berkah.

Senada, Rabiatul yang mengikutkan anaknya yang baru berusia 6 bulan bernama M Amin Habibi, mengaku gembira. Selain pengalaman pertama, keikutsertaan anak pertamanya itu juga merupakan nazar baginya, dimana ia meniatkan apabila memiliki anak akan diikutkan Baayun Maulid. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya