Peserta KKP Antusias

Kandangan, KP – Peserta Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) jenjang pendidikan SMP se-Kabupaten HSS mendapatkan pelatihan kepemimpinan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (26/11), di gedung Kesenian Kandangan.

Pelatihan kali ini ditujukan untuk para Pengurus Osis, dan  Kegiatan ini juga Wakil Bupati Hulu Sungai Selatan Syamsuri Arsyad, S.AP M.A yang didampingi  Kepala Dinas Pendidikan Nordiansyah, S.Sos, M.Si  berkesempatan memberikan materi kepemimpinan.

Dalam penyampaian materi Wakil Bupati Syamsuri Arsyad tampak menyatu dengan siswa. Dirinya menyampaikannya dalam bentuk permainan dan tanya jawab kepada pelajar SMP yang di dalamnya terdapat pesan moral tentang bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin yang baik.

Dikatakan wabup Syamsuri Arsyad, menjadi seorang pemimpin menggunakan manajemen lima jari, pertama ibu jari yang fungsinya mengunci, sehingga mari saling menguatkan dan ibu jari pemimpin dari jari-jari yang lain.

Yang kedua jari telunjuk bahwa pemimpin tugasnya memerintah atau menunjuk, yang ketiga jari tengah berarti pemimpin harus punya wibawa, keempat jari manis artinya pemimpin berbagi bersama anak buah, kelima jari kelingking perlambang kasih sayang seorang pemimpin,” katanya.

Masih disampaikan Wakil Bupati (Wabup) HSS, Syamsuri Arsyad, jadi pemimpin itu tidak mudah dan harus melalui proses. “Tidak ada pemimpin yang dilahirkan, kecuali Nabi dan Rasul,” ujarnya.

Menurutnya, menjadi seorang pemimpin yang harus dimiliki, yakni bisa memuji, memerintah, berwibawa, memberi, dan memiliki rasa kasih sayang. “Kalau lima kriteria tersebut bisa dimiliki, Insya Allah bisa menjadi pemimpin,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Nordiansyah, S.Sos, M.Si mengatakan, tujuan diselenggarakannya kegiatan tersebut untuk membentuk pemimpin muda yang berkarakter, patriotik, membentuk pola pikir, sikap perilaku yang mulia, berdayaguna bagi agama, nusa dan bangsa, serta menumbuhkan kebersamaan antar peserta Kawah Kepemimpinan Pelajar(KKP) jenjang SMP ini.

“Pentingnya pelatihan pemuda ini dalam menghadapi masa depan generasi muda  yang kini berada pada pusaran arus globalisasi sehingga perlu menumbuh kembangkan jiwa dan prilaku saling bekerjasama dan tolong-menolong ke arah positif,” katanya.

Nordiansyah berharap, melalui KKP anak-anak bisa menghindari kekerasan terhadap kawan, pendidik, dan dilingkungan rumah. Selain itu, menjauh narkoba yang sekarang sudah marak dan masuk sekolah.

“Dengan KKP mereka bisa mengingatkan kawan-kawannya, agar jangan sampai terlibat atau terjerumus dalam penggunaan narkoba,” pungkasnya. (noi/K-6)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...