Digelontorkan Rp47 M Bangun Jembatan Pulau Bromo

Banjarmasin, KP – Impian warga Pulau Bromo, Mantuil, Banjarmasin Selatan untuk memiliki jembatan akan benar-benar terwujud. Karena Pemerintah Kota Banjarmasin sudah mengalokasikan dana untuk melakukan pembangunan Jembatan Bromo dengan dana sebesar Rp47 miliar pada tahun 2020.

“Jembatan yang sudah rampung dalam pembuatan Detail Engeneering Design (DED) ini akan melingkar dengan model menggantung,’’ ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarmasin Ir H Ariffin Noor kepada awak media, usai rapat pemantapan pembangunan Jembatan Bromo, di Ruang Berintegrasi Banjarmasin, Selasa (8/10).

Ia mengatakan dari perencanaan fisik, jembatan gantung tersebut memiliki bentang panjang 168 meter dan lebar 2 meter. Jembatan penghubung Kota Banjarmasin dan Pulau Bromo ini nantinya cuma bisa dilintasi dua motor.

“Jembatan difokuskan untuk roda 2 dan 3 saja, tetapi mobil BPK dan ambulan bisa juga dilewati hanya saat emergency,’’ ujar Ariffin.

Dikatakan, memang Pemko sudah lama ingin membangun jembatan di sana. Bahkan, Walikota H Ibnu Sina dan wakilnya Hermansyah menjadikan sebagai janji politik saat bertarung pada pemilihan walikota 2015 lalu.

Jadi, katanya, pulau yang dihuni 1250 penduduk dari 7 RT itu akan segera mendapatkan jembatan penghubung jalan dengan panjang 188 meter dan lebar dua meter yang hanya bisa dilewati kendaraan roda 2 dan 3 karena didesain jadi jembatan gantung pada dasarnya diperuntukkan untuk pejalan kaki.

“Agar mempermudah masyarakat disana untuk menyeberang jalan ke kota,’’ ujarnya.

Arifin kembali menjelaskan kondisi Pulau Bromo saat ini adalah sebuah delta, dimana suatu daratan kecil yang terbentuk dari endapan di muara sungai dan terletak di lautan terbuka, yang hanya bisa dikunjungi lewat jalur sungai.

Pihaknya, lanjutnya, pembangunan jembatan gantung Bromo didesain dengan konsep menggantung yang memiliki ketinggian hingga 15 meter dari permukaan sungai agar lebih mudah bagi transportasi sungai yang melintas dibawah jembatan itu.

“Kita membangun jembatan ini karena terfikir ini kepentingan orang banyak, yang ditarget pengerjaan selama satu tahun di 2020 nanti. Pulau Bromo berjarak sekitar 8,4 kilometer dari pusat kota. Selama ini warga tak punya akses jembatan. Mereka hanya mengandalkan kelotok. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...