Dinas Tanaman Pangan Proteksi Pertanian dari Ancaman Banjir

Cara unik Gubernur Sahbirin saat ikut serta memanen padi dengan menggunakan pupur dingin di wajahnya.

Banjarbaru, KP – Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan telah melakukan berbagai proteksi atau perlindungan terhadap lahan pertanian dari ancaman banjir.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Ir Syamsir Rahman saat dimintai keterangan di ruang kerjanya, Banjarbaru, baru-baru tadi.

“Sesuai arahan Bapak Gubernur Kalimantan Selatan, setelah bencana kebakaran hutan dan lahan kita bersiap dengan berbagai kemungkinan bencana yang akan datang. Salah satunya adalah banjir, kita telah melakukan upaya untuk mencegah banjir di lahan pertanian yang bisa berdampak negatif pada produksi padi kita,” ucapnya.

Menurutnya, upaya yang dilakukan adalah dengan menyinergikan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI) dengan membangun infrastruktur tata kelola air di 9 Kabupaten Kota.

Infrastruktur tata kelola air tersebut diantaranya saluran tersier, konektivitas, kwarter, sekunder, tanggul, perapiahan tanggul dan saluran pembuang.

Syamsir mencontohkan, Kabupaten Tanah Laut memliki lahan pertanian SERASI seluas 17.000 itu didukung dengan saluran yang target seluas 243 ribu meter.

Menurutnya, saat ini pihaknya terus bekerja untuk menyelesaikan pembangunan infrastruktur di lahan SERASI.

Target saluran yang dikerjakan sepanjang 1,757,733 m. Saat ini proges pembangunan per 30 September sudah mencapai 80 persen.

Selain membangun infrastruktur, untuk mencegah banjir pihaknya juga membersihkan saluran tersier yang sebagian tertutup tanah dengan menggunakan excavator.

“Kita juga membersihkan saluran tersier yang tertutup tanah dengan excavator di 9 Kabupaten Kota,” ucapnya.

Dikatanya, untuk mencegah banjir stake holders terkait harus bersinergi dengan baik. Saat ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah membentuk satgas banjir.

Menurut Syamsir, ada beberapa kawasan yang rawan banjir, daerah tersebut diantaranya Kabupaten Banjar, Tanah Laut, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tanah Bumbu dan Tabalong.

Syamsir menambahkan, produksi padi Kalimantan Selatan mencapai 2 juta ton. Sedangkan untuk kebutuhan hanya 700 ribu ton. Artinya masih asa surplus sekitar 1,3 juta ton.

Sementara itu Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dalam setiap kesempatan mewanti- wanti dinas terkait terutama pemerintah kabupaten/kota untuk melakukan langkah labgkah nyata terkait pencegahan banjir.

Ditekankan gubernur, pencegahan terhadap bencana banjir harus dilakukan sejak dini yakni di musim kemarau.

” Segera petakan kawasan lahan banjir di dasrah daerah. Lakukan langkah nyata melalui pembangunan infrastruktur atau pembersihan sampah di saluran drainasi, terutama di fasilitas publik dan lahan lahan pertanian,” ingat Paman Birin, sapaan akrabnya. (syh/humpro/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...