Ikan Kering Sungai dan Laut Kembali Naikkan

Banjarmasin, KP – Hampir semua jenis ikan kering laut dan sungai seperti Telang hingga Selungsungan serta haruan yang dijual disejumlah pasar tradisional dalam beberapa minggu ini kembali kosong dan naik harga.

Mulai kembali naiknya harga ikan kering laut dan sungai membuat warga dan penjual makanan siap saji menjadi mengurangi pembeliannya contohnya ikan telang dari Rp100 ribu naik menjadi menjadi Rp120 dan Rp125 ribu perkilonya

Hj Raudah penjual ikan kering Pasar Teluk Dalam Minggu (27/10), mengatakan keada wartawan yang mendatangi lapaknya.

Begitu juga ikan kering lainnya seperti ikan selungsungan dulu Rp45 ribu menjadi Rp60 ribu saja juga diikuti ikan kering sungai lainya seperti ikan kering haruan sebelumnya Rp75 menjadi Rp120 ribu dan ikan sepat menjadi RP45 ribu perkilonya.

Hal ini disebabkan, menurut penuturan pedagang tersebut dikarenakan pasokan yang terus semakin berkurang dari tempat penghasil seperti kawasan Tabonio dan Kota Baru pengaruh hasil tangkapan berkurang.

Berita Lainnya
1 dari 458
Loading...

Dari pengakuan Iwan penjual ikan kering telang dikawasan Pasar Lama hampir semua harga jenis ikan kering mengalami kenaikan seperti ikan kering telang dijual Rp120 ribu lebih per kilonya sedangkan harga ikan kering peda dijual Rp60 per kilo.

“ Kami hanya berharap dari penjual makanan siap saji lagi setiap harinya yang membeli cukup banyak hingga kiloan sedangkan ibu tangga hanya on onan atau seperempat saja membelinya paling banyak,” jelasnya.

Dikatakan, naiknnya ikan kering semua jenis ini diprediksi akan bertahan hingga akan memasuki akhir tahun dan tidak kemungkinan harganya akan kembali naik lagi jika kabut asap masih terjadi karena nelayan kesulitan dalam melaut.

Hj Aina warga Jalan Sutoyo S mengaku tidak terkejut lagi dengan harga ikan kering yang mulai naik kembali dan sewaktu-waktu turun kembali perkilonya dipasar tradisional dan selalu terjadi seperti ini.

Dikatakan, naiknya harga ikan telang diikuti juga harga ikan kering lainnya seperti peda, selungsungan, otek, bawal dan diikuti ikan sungai lainnya seperti sepat dan haruan karena sungai dangkal dampak hebat musim kemarau. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya