Ada 6 Ribu Orang di Kalsel Terindikasi Gangguan Jiwa Berat

218

Martapura, KP – Penyembuhan orang dengan gangguan jiwa (ODJ) cukup berat dan membutuhkan waktu lama. 

Tidak sedikit penyandangan ODJ harus meminum obat penenang bertahun-tahun lamanya.

Melihat fakta itu, penanganan ODJ di Provinsi Kalsel cukup membanggakan.  Dari data yang ada sebanyak 30 persen penyandang ODJ sudah sembuh total.  “Angka ini di atas nasional, secara nasional pasien ODJ yang sembuh total atau paripurna hanya 10 persen,” beber Direktur Utama Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Sambang Lihum, dr IBG Dharma Putra, Selasa (12/11) usai Family Gathering Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional, di rumah sakit milik Pemprov Kalsel itu.

Dikatakan Dharma, sama halnya dengan pasien sembuh total di Kalsel yang lebih tinggi dari nasional.

Pasien ODJ antara sembuh dan kambuh-kambuhan atau dengan gejala sisa juga demikian.

Dharma saat ini RS Sambang Lihum merawat inap 400 pasien jiwa, sedangkan pasien rawat jalan jumlahnya cukup banyak.

Dikatakan Dharma, berbicara pasien jiwa tidak hanya pasien yang ditangani saat ini, namun dikalkulasi dari tahun-tahun sebelumnya.

“Pasien yang sembuh dengan gejala sisa di Kalsel angkanya 80 persen, sedangkan nasional hanya 70 persen,” urainya.

Ia menambahkan, untuk memulihkan pasien ODJ tanpa gejala sisa memerlukan peran keluarga.

Sebab ada yang ditangani tenaga profesional di rumah sakit dan ada yang ditangani di level komunitas baik lingkungan atau keluarga.

Peran keluarga diperlukan untuk mengembalikan kemandirian, kepercayaan diri dan harga diri. 

“Diawali di rumkit ditindaklanjuti keluarga, karena jika demikian maka pasien bukan jadi beban keluarga lagi tapi jadi penambah penghasilan keluarga,” ungkapnya.

Disebut, masih ada beberapa keluarga yang tidak perhatian dan memperhatikan pasien ODJ. 

Kendati demikian, masih banyak keluarga yang memperhatikab ODJ dengan kasih sayang.

“Kami pengen semua keluarga memperhatikan dengan kasih sayang,  sehingga tingkat kepulihan benar-benar terjadi,” ucapnya.

Dharma menyebut masyarakat dengan Kalsel dengan gangguan jiwa berat terdapat tiga orang dari 2 ribu orang. 

Jika dikalkulasi dari penduduk Kalsel sebanyak 4 juta jiwa, maka 6 ribu orang terindikasi mengalami gangguan jiwa berat. “Kalau keluarga jadi duta kesehatan jiwa tentu jadi bagus, keluarga di Kalsel sudah bagus dalam hal penanganan pasien gangguan jiwa,” tegasnya.(mns/K-2

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...