BI Kaji Wisata Geopark Meratus Sebagai Potensi Ekonomi Baru

PENINJAUAN LAPANGAN – Rombongan Refreashment Media di Yogyakarta yang dilaksanakan Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Selatan saat melakukan peninjauan lapangan di Balai Pengembangan Pengawasan Pembenihan Mutu Benih Tanaman Pertanian (BP3MBTP) Wijilan, Provinsi Jogyakarta, Sabtu (10/11). (KP/Lili)

BANJARMASIN, KP – Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Selatan, Dadi Esa Cipta mengatakan Geopark Meratus berpotensi untuk menjadi daerah tujuan wisata untuk itu pemerintah daerah, harus didorong untuk serius mengembangan potensi ekonomi daerah dari bentang alam Pegunungan Meratus, termasuk untuk kegiatan pariwisata.

“Kalimantan Selatan punya banyak potensi, tidak hanya tambang batubara maupun sawit, karenanya Kalsel harus melepas ketergantungan dari industri ekstraktif seperti tambang batu bara dan sawit di tengah potensi sumber daya alam yang berlimpah,” ujar Dadi Esa Cipta kepada {[KP]} usai melakukan refreashment media di Yogyakarta, akhir pekan ini.

Menurut dia, kawasan pegunungan Meratus jika dikelola dengan baik, maka sektor pertumbuhan ekonomi dan wisata di Banua juga akan terbangun, jadi tidak lagi ketergantungan pada ekonomi dari hasil tambang dan sawit.

Dadi mengatakan BI Kalsel memiliki hasil kajian Grid Diagnostic yang mencakup agro wisata, pariwisata, dan perikanan demi mengoptimalkan potensi di Kalsel.

Ia optimis pertumbuhan ekonomi dapat terbangun kendati pemerintah daerah di Kalsel melepas ketergantung dari pertambangan dan sawit.

“Ya, kita melalui agro wisata bisa mengembangkan dari pertumbuhan ekonomi di daerah. Dan sektor wisata, kita melihat potensi Meratus apalagi saat ini telah menjadi situs geopark,” ujar Dadi Esa Cipta.

Dadi berkata pemerintah daerah harus melek atas potensi Pegunungan Meratus karena bisa menjadi penopang ekonomi Kalsel tanpa merusak alamnya. Pihaknya selalu mendorong pertumbuhan ekonomi baru di Kalsel yang berkelanjutan.

Dia kembali menegaskan, potensi sudah ada dan peluang juga terbuka seperti sarana-prasarana sudah ada, insfraktuktur sudah bagus. “Namun disisi lain Kalsel masih kurang menjual branding Meratus saja ke luar, sehingga potensi wisata dan perekonomian di daerah masih terhambat karena kurang dikenal,” tandas Dadi.

Dadi mengimbau masyarakat dan pemerintah agar peduli menjaga alam Kalimantan Selatan, khususnya bentang Pegunungan Meratus.

“Sudah cukup ekspoitasi alam kita. Potensi alam ini sebagai warisan dunia, buat anak dan cucu kita,” pungkasnya.

Sementara itu, saat ini pemerintah daerah berserta segenap elemen saat ini tengeh berjuang agar kawasan Meratus terbebas dari aktivitas pertambangan maupun dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit. Gaung “Save Maratus” saat ini terus digemakan tidak hanya oleh LSM maupun organisasi pencinta lingkungan, namun pemerintah provinsi Kalsel maupun pemerintah kabupaten, kompak juga menyuarakan “Save Maratus” agar kawasan itu tidak rusak, meski dijadikan penopang ekonomi seperti untuk kegiatan kepariwisataan tapi tidak merusak alamnya.

Kegiatan Refreashment Media di Yogyakarta, yang dilaksanakan 1 – 2 November itu melibatkan wartawan ekonomi dari berbagai media cetak dan elektronik di Kalimantan Selatan. Materi yang dibicarakan seputar potensi ekonomi Kalsel, upaya menekan inflasi serta peninjauan lapangan. (lia/K-1)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...