Desain dan Kreatifitas Penggiat Sasirangan

LOMBA DESAIN - Dalam meningkatkan kreatifitas desain serta membuat ide- ide baru dalam motif sasirangan Dekranasda Prov Kalsel menggelar lomba Desain Motif dan Pewarna Kain Sasirangan Sekalimantan selatan 2019. (KP/Arifin)
352

Banjarmasin,KP – Untuk meningkatkan kreatifitas desain dan pewarnaan serta membuat ide ide baru dalam motif sasringan sehingga masyarakat tidak hanya terfokus pada motif-motif sebelumnya namun sudah berkolobrasi dengan kekinian.

Sehingga dengan adanya kreatifitas yang dilakukan para penggiat kain sasirangan akan menaikan daya saing produk daerah khas kalimantan Selatan tidak hanya ditingkat lokal dan Nasional agar bisa meramabah ke Internasional.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Perindustrian Kalsel, Mahyuni MT pada Lomba Desai Motif dan Pewarna Kain Sasirangan Se-Kalimantan selatan 2019, Rabu (20/11)

“Semakin banyak inovasi yang dilakukan oleh UKM terutama pengembangan desain warna maka semakin banyak pula perbendaharaan motif serta desain yang dimiliki sehingga dapat dilirik para konsumen,”ucapnnya.

Sementara Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel Hj Raudatul Jannah mengatakan, Sasirangan merupakan salah satu kerajian khas budaya kalimantan selatan yang pelu dilestarikan, Motif serta gambar yang menarik adalah salah satu kekhasannya, dan itulah banyak masyarakat yang menggunakannya.

”Semakin rumit desain semakin berpotensi meninggikan harganya,”katanya.

Ditambahkannya, Sekarang cukup banyak sudah sasirangan diminati masyarakat, bahkan jika diluar pulau Kalimantan seperti di Pulau Jawa sasirangan sudah menjadi koleksi pakaian resmi.

“Kalau dulu jika masyarakat banjar di pulau jawa memakai baju sasirangan sudah tentu dari masyarakat banjar, namun sekarang tidak hanya mayarakat banjar saja yang menggunakannya. Tentunya ini sangat membanggakan,” ucapnya.

Namun hal tersebut merupakan tantangan bagi para desain motif sasirangan untuk terus bisa menciptakan desain desain yang menarik dan akan terus menjadi khasnya Kalsel.

“Ciptakan terus kreatifitas sehingga menjadi kecintaan warga Indonesia terutama masyarakat banjar,” tutupnya.

Dalam lomba tersebut terbagi dua katagori, katagori pewarna alami dan pewarna Kimia atau Tekstil, untuk tekstil diraih Nazua Sasirangan Batola, ECOMEL Sasirangan kab HSU dan juara 3 SABAR Sasirangan Kotabaru.

Untuk Warna Kimia TUHLABU Sasirangan kota Banjarmasin , ATUN CEMPAKA Sasirangan kota Banjarbaru dan CINTAWARI Sasirangan Kab Tapin. (fin/K-1)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...