Dilema Antara Keuangan Daerah dan Kesejahteraan Guru

Banjarmasin, KP – Hingga hari guru tahun 2019, tepat ditetapkannya sejak 25 tahun silam pada tanggal 25 November 1994, kesejahteraan guru di Banjarmasin belum bisa merata, hari ini masih ribuan guru honorer yang mendapat upah masih dibawah rata rata.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Totok Agus Daryanto mengungkapkan pihaknya tetap terus mengupayakan kesejahteraan guru honorer di Banjarmasin, namun ia tak memungkiri kendala saat ini adalah terdapat pada keuangan daerah.

“Keuangan daerah yang jadi kendala, ini selalu kami usahakan, 2020 nanticakan kami upayakan naik lagi, kami akan minta sampai ke pusat, namun sekali lagi kondisi keuangan daerah yang menjadi kendala ini,” ucapnya beberapa waktu lalu.

Kabid PTK, Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Hendro menyebutkan jumlah guru honorer yang terdaftar di Dinas Pendidikan sebanyak 2495 orang, semuanya terbagi menjadi 3 kategori yakni Bosda TK dan PAUD, Bosda SD dan SMP, serta K2.

Berita Lainnya

Restauran Terapung Resmi Operasional

1 dari 1.395
Loading...

“Bosda TK dan PAUD 1.100 orang untuk SD dan SMP 1.315 orang dan untuk honorer K2 80 orang,” terangnya.

Hendro membeberkan hingga saat ini untuk guru SD dan SMP upahnya Rp. 900.000,Kalo operator sekolah Rp650.000, pesuruh Rp. 500.000, sedangkan untuk TK dan PAUD sama rata Rp450.000 dan Honorer K2 Rp1.600.000.

Jumlah ini tentunya sangat jauh tertinggal jika disandingkan dengan ketetapan upah minimum Kota (UMK) Banjarmasin yang baru saja disosialisasikan sebesar Rp2.918.266.

Saat ditanya kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin soal berapa naiknya upah guru honorer tahun 2020 mendatang, Totok belum bisa menjawab secara gamblang, ia hanya mengupayakan agar bisa naik dari tahun 2019. (zai/KPO-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya