DPRD Kalsel Perjuangkan Pajero dan Penghapusan Aset Gedung

BANJARMASIN, KP – Saat safari rombongan DRPD Kalsel terdiri Ketua dan anggota, Rabu (6/11) terungkap akan memperjuangkan pengadaan mobil Mitsubishi Pajero, penghapusan aset gedung, pinjam pakai gedung dan mobil dinas.

Ketua DPRD Kalsel, DR H Supian HK SH MH, kepada awak media mengatakan, kunjungan  bertujuan selain mengeratkan silaturrahmi, saling tukar informasi juga adanya masukan dan saran-saran.

“Pokoknya banyak hal dari berbagai segi yang bisa tergali dan dimusyawarahkan,” ucap Supiah HK, ketika di Mapolda Kalsel.

Safari katanya baik ke Kejaksaan Tinggi, Kepolsian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) dengan alasan, antara eksekutif, legislatif dan yudikatif tidak terpisahkan.

Selain berkoordinasi, bersilaturrahmi, juga eratkan sinergitas dengan jajaran vertikal.

Sisi lain dalam dialog juga saling tukar informasi serta masukan keduabelah pihak dari yang dikunjungi dewan.

Ketika di Mapolda, disambut Wakapolda Kalsel, Brigjen Pol Aneka Pristafuddin dan sejumlah Pejabat Utama (PJU) yang mewakili Kapolda, Irjen Pol Yazid Fanani, kebetulan masih tugas di Jakarta.

“Kehormatan bagi kami atas kunjungan dan bersilaturahmi para angora dewan.

Sinergitas memang harus selalu dijaga, baik dari instansi manapun,” ucap Wakapolda.

Bahkan Ketua DPRD Kalsel ini, ucap janjikan untuk memperjuangkan pengadaan mobil Pajero, di Tahun 2020 guna menujang kinerja khusus untuk Wakapolda Kalsel.

“Beliau kan berpangkat bintang satu dan sebagai wakapolda, tugasnya banyak, Jadi wajar kita perjuangkan mobil yang sangat mendukung dan lauak dipakai untuk berpergian tugas jauh,” ujar Supian HK.

Tapi lanjutnya, sifatnya hanya hibah pinjam pakai pakai.

“Ini sudah seperti terhadap Angkatan Laut, Angkatan Udara, Korem 101/ANT dan Kejati,” tambahnya.

Kemudian juga katanya saat di Mapolda disingung soal pengamanan Kantibmas, kemudian di Pemprov, bagaiamana pembangunan dan soal asset dimiliki serta lainnya.

“Asset kita banyak tidak dimanfaatkan, dan perlu dibicarakan,” bebernya.

Sebelumnya di Kejati Kalsel disambut Kajati, Arie Arifin didampingi pejabat lainnya.

Di Kejati, kata Supian mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Dengan berdialog, dewan bisa mendapat pembelajaran hukum agar terhindar dari perbuatan korupsi,” tambahnya.

Di sini disampaikan pula, untuk mendukung upaya penghapusan aset gedung eks yang di samping Kantor Kejati dan dari lahan itu sekarang dibangun memperluasan area perkantoran jajaran setempat dengan dana dari Kejaksaan Agung.

“Eks gedung Bappelda Kalsel, BNNP dan r lainya ini telah dipinjampakaikan kepada Kejati Kalsel untuk perkantoran.

Karena, kondisi perkantoran yang ada, tidak memadai lagi,” jelasnya.

Kajati Kalsel Arie Arifin, mengatakan kunjungan dewan untuk menyamakan persepsi dalam membangun daerah. Apalagi, DPRD Kalsel ternyata mendukung upaya penghapusan aset yang telah dipinjampakai Kejati untuk Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

“Kami berharap dewan bisa segera mempercepat prosesnya.

Kami juga mendukung upaya DPRD Kalsel untuk memberi masukan dan saran profesional demi kemajuan Provinsi Kalsel,” tambah kajati.

Sedangkan asset lain di Banjarmasin, setelah pusat pemerintahan Kalsel pindah ke Banjarbaru, ada pula gedung yang sekarang pinjampakai pihak Badan Narkotika Nasional Provisi (BNNP) Kalsel. (lyn/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...