KBB Tampilkan Pembicara Banjar Malaysia, Singapura dan Brunei

Banjarmasin, KP – Kongres Budaya Banjar (KBB) V yang dijadwalkan berlangsung 28 November hingga 1 Desember 2019 di Banjarmasin, selain menampilkan pembicara tokoh Banjar banua dan nasional juga orang Banjar yang ada di tiga negara, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.

Hal tersebut terungkap saat rapat persiapan terakhir yang dipimpin oleh Kepala Pembinaan Kebudayaan Dikbud Kalsel, Akhmad Subakti di Kantor Dikbud Kalsel, Banjarmasin, Rabu (27/11), dihadiri beberapa anggota kepanitiaan KBB lainnya.

Tokoh Banjar yang ada diluar negeri sebagai pembicara tersebut antara lain Nola Nola Zain Salman dari Singapura, Peran dan orientasi Perempuan Banjar Masa Lalu dan Kekinian dalam Penguatan Jati diri dan Nilai Kebudayaan Banjar Singapura.

Yang kedua H Burhan Kasim dari Malaysia dengan judul Aktualisasi Ekonomi, Penjelasan Nilai Budaya Banjar dan Era Kekinian Malaysia, jika berhalangan hadir bisa digantikan oleh Prof Saleh Lamri.

Kemudian dari Brunei Darussalam, ada pengusaha asal Banjar yang tinggal di Bandar Sri Begawan, Bang Amir Banjar, serta tokoh Banjar Brunei Darussalam, Bang Saiful Al-Hadie.

Selain menampilkan pembicara orang Banjar di luar negeri juga tampil beberapa orang Banjar yang menjadi tokoh nasional.

Berdasarkan TOR KBB pembicara lainnya antara lain pak H Rudy Arifin Strategi penguatan peran dan fungsi kepemangkuan kebudayaan Banjar, Refleksi Kepemangkuan Budaya di daerah asal dan Perantauan Banjarmasin.

Berita Lainnya
1 dari 1.806
Loading...

Prof Dr Mujiburahman Orientasi Kebudayaan Banjar, masa lalu, masa kini dan masa depan, Prof Rustam Effendi Pengembangan Kesusastraan Banjar, Menjawab Tantangan Zaman, Mukhlis Maman Peningkatan Apresiasi Seni dan

Budaya Banjar, Menjawab Tantangan Zaman, serta Dr Abdurrahman Membangun Jati Diri Banjar, dan beberapa lagi yang lainnya.

KBB yang bertemakan “Silaturahmi dieratkan, nilai budaya Banjar dilestarikan’’ tersebut sebagai wahana pelestarian dan pewarisan nilai-nilai budaya Banjar yang luhur dan mulia, dilaksanakan setiap tiga tahun.

Berdasarkan catatan pertama kali diselenggarakan pada tahun 2007 era pemerintahan Gubernur almarhum H Syahriel Darham.

Selama empat kali pelaksanaan kongres, beberapa isu aktual yang dibahas antara lain fokus pada perluasan jalinan silaturahmi, pelestarian budaya dan apresiasi bahasa, sastra, seni dan sejarah Banjar.

Pelaksanaan tahun ini adalah kongres yang ke V, saat dunia sudah memasuki era revolusi industri 4.0 dengan kemajuan teknologi industri yang membuat kita berkesempatan hidup era disruptif dimana inovasi menciptakan tatanan kehidupan baru, semua aktivitas manusia menjadi lebih mudah, cara-cara lama tergantikan teknologi baru.

Dari KBB tersebut diharapkan menghasilkan beberapa kesepakatan antara lain membentuk jaringan para saudagar orang Banjar dimana berada untuk menjalin kerjasama memajukan usaha yang menguntungkan kalangan suku Banjar.

Selain itu diharapkan adanya jaringan kalangan intelektual orang Banjar yang bisa saling bersinergi dalam peningkatan ilmu dan pengetahuan sehingga melahirkan generasi orang Banjar yang handal. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya