Kotabaru Berduka, 6 Jam Berkobar Api Hanguskan Ratusan Rumah

Kotabaru, KP – Kebakaran dahsyat terus menerus menerpa provinsi Kalimantan Selatan, kali ini giliran Desa Sungai Bali, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Kotabaru dengan durasi kebakaran sekitar 6 jam, akibat musibah itu ratusan rumah hangus dan ribuan jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal.

Informasi yang berhasil dihimpun awak media dari data sementara sekretaris desa Sungai Bali, rumah yang terbakar tak kurang dari 200 rumah, 2 los pasar, 1 kantor polsek, asrama polisi 5 pintu, atas kejadian ini sebanyak 750 jiwa harus mengungsi, Belum dapat dipastikan penyebab dan pemicu terjadinya kebakaran.

Sijago merah sulit ditundukkan akibat rata rata rumah berbahan kayu dan angin kencang serta jalur evakuasi yang sulit membuat api dengan cepat menjalar ke rumah lainnya hingga ratusan rumah terbakar.

Bahkan jarak yang jauh turut menjadi kendala tim PMK dan BPK di Kotabaru untuk menjangkau area kebakaran, seperti dari pasukan BPK Rahel yang harus butuh waktu selama lebih dari 2 jam untuk bisa menyeberang ke TKM akibat air laut surut. Area kebakaran saat ini juga masih dalam penyelidikan aparat berwenang.

Pantauan awak media ini, para relawan sudah mulai membuka donasi melalui rekening-rekening posko. Relawan dari berbagai penjuru juga mulai berdatangan membantu korban kebakaran, sekedar diketahui api awalnya membumbung tinggi dimulai sekitar pukul 21.00 Wita tanggal 23/11 dan bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 Wita dini hari 24/11/2019.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Wahyudin membenarkan terjadinya musibah kebakaran tersebut dengan jumlah dan waktu kejadian.

Untuk membantu meringankan beban warga korban kebakaran, Wahyudin dan pasukannya, mengirim dua truk logistik dari markasnya di Banjarbaru. Dua truk tersebut berisikan berbagai makanan siap saji, vitamin dan obat obatan lainnya.

“Ini kami berangkat mulai sekarang pukul 09.00 Wita, diperkirakan dua truk logistik akan sampai di lokasi sekitar pukul 14.00. Mudahan cepat sampai,” katanya.

Wahyudin turut membenarkan cepatnya api melalap ratusan rumah dengan dahsyat itu karena rumah sebagian besar terbuat dari kayu. ditambah saat itu angin cukup kencang.

Sulitnya sumber air turut membuat barisan pemadam disana yang menggunakan speed juga menjadi kendala. Itu disebabkan karena sungai yang dekat dengan pemukiman mengering.

“Rumah dari kayu dan sungai mengering, menjadi sulitnya proses pemadaman disana,” terangnya.

Informasi lain yang dihimpun oleh awak media ini, Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor juga berangkat dari kediaman beliau di Kiram Park Gunung Mawar Kabupaten Banjar untuk meninjau lokasi kejadian musibah tragis itu.

Paman Birin begitu sapaan akrabnya akan menggunakan Helikopter menuju TKM, Desa Sungai Bali, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Kotabaru. Selain itu, Bupati Kotabaru Sayed Jafar Al Idrus pun terpantau sudah meninjau kelokasi musibah kebakaran itu. (zai/KPO-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...