Pengaspalan Akses Bandara Dikebut

Banjarbaru,  KP –  Terminal baru Bandara Syamsudin Noor akan disoft launching,  Jumat (15/11)  besok.  Sebelum pelaksanaan tersebut,  tim gabungan melakukan pengecekan akses jalan menuju terminal baru,  Rabu (13/11).

Pimpinan Proyek Pengembangan Bandara Syamsudin Noor,  Dadang Dian Hendiana, mengatakan setelah hasil pengecekan diperoleh kesimpulan bahwa untuk soft launching pada 15 November akses jalan masih belum bisa dilewati, karena masih ada aspal yang terputus.

“Berdasarkan hasil rapat bahwa telah disepakati akses jalan tersebut belum dapat digunakan pada saat soft opening di tanggal 15 November mendatang, melainkan akses jalan tersebut baru dapat digunakan sekitar tanggal 30 November mendatang,” urai Dadang Dian Hendiana.

Mendapati fakta tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)  Kalsel,  memastikan mengebut penyelesaian pekerjaan akses jalan.

“Tadi setelah kami cek di lapangan dan komunikasi dengan kontraktor pelaksana kita hitung lagi, kalau dari kalender kontraknya berakhir di akhir Desember sebelum Pak Jokowi datang untuk peresmian.

Kita minta percepat dan ditambah lagi alatnya. Ini sudah dua set alat di sana.

Ini akan dikebut. Hitungan kami 15 hari pengerasan sambil pengaspalan,” kata Kepala Dinas PUPR Kalsel,  Roy Rizali Anwar,  melalui Kabid Bina Marga,  M Yasin Toyib.

Diakuinya memang masih ada akses yang sudah terbuka namun belum aspal. “Sisa yang belum tersambung aspal nanti kita aspal dengan lebar tujuh meter dulu, sambil nanti dilanjut di tahun berikutnya,” kata Yasin Toyib.

Diuraikan Yasin Toyib, bagi penumpang  dari Banjarmasin akan diarahkan sementara melalui Jalan Golf ke lingkar utara di pintu masuk bandara.  “Kalau penumpang dari Martapura atau Banjarbaru Kota, maka kemudian diarahkan ke jalan Karet,” papar Yasin Toyib.

Bagaimana soal kesiapan sarana dan prasarana lampu dan rambu? Kepala Dinas Perhubungan Kalsel,  Rusdiansyah,  menjelaskan aman sementara ini.

“Termasuk di akses jalan yang diaspal selebar tujuh meter itu akan diberikan barier atau tanda di mana jalan tersebut bisa berbahaya. Pada prinsipnya selama itu tersambung, bisa dipakai,” kata dia.

Terkait faslititas keselamatan, sambung Rusdiansyah, ketika dicek oleh tim dan sudah diakui semua  klop dan diterima.

Terkait arah lingkar utara menuju Sambang Lihum, sambung Rusdiansyah, rencananya pembangunan PJU bertahap di 2020 dengan harapan hibah dari Kementerian ESDM sebanyak 300 PJU Solar Cell.

Diketahui, di tahun ini ada sebanyak 58 buah Penerbangan Jalan Umum (PJU) yang sedang dilaksanakan di akses menuju Bandara Syamsudin Noor.

Selain PJU, Dishub juga membantu untuk pemasangan Rambu sebanyak 150 unit, dan Rppj sebanyak 16 unit, Warning 26 unit, Delineator sebanyak 306,  serta marka jalan untuk akses bandara 20 kilometer.(mns/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...