Tim KP2S Kalteng Kunker Ke Tanbu

Batulicin, KP – Tim Konvergensi Percepatan dan Pencegahan Stunting (KP2S) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu) Kalimantan Selatan rabu 27/11.

Dalam kunjungan ini Tim KP2S Kalimantan Tengah  disambut Asisten Bidang Ekonomi Dan Pembangunan Suhartoyo  di Ruang Rapat Setda perkantoran Bupati Tanah Bumbu.

“Tujuan kunjungan ini dalam rangka ingin belajar percepatan penanganan stunting di Kabupaten Tanbu, dan berikutnya akan kami terapkan hal demikian di wilayah Kalimantan Tengah,” kata perwakilan Tim KP2S Kalteng Julius Agau. 

Agau menanmbahkan, menurutnya, Kalsel merupakan saudara tua yang berlatar belakang dalam satu rumpun melayu, tentu secara karakteristik adat dan budaya tak jauh beda.

“Jadi wajarlah kalau dianggap saudara tertua, untuk itu kami belajar dan meminta masukan positif untuk dijadikan bahan penanganan stunting di daerah kami,” katanya. 

Berita Lainnya

H Sudian Noor Hadiri Penarikan Undian Simpedes

1 dari 1.183
Loading...

Dengan kebersamaan itulah tambahnya, mencoba sharing inovasi terbaik demi tujuan yang sama yakni mencegah stunting. 

“Melalui kunjungan kerja ini, ada oleh oleh yang kami dapatkan dari Tanah Bumbu dalam hal penanganan stunting secara terpadu, khusus nya untuk daerah Kalimantan Tengah,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Bapedda Kab Tanbu Rahmadi menjelaskan, denanganan stunting dilandasi berbagai strategi dengan memperkuat sinkronisasi dan koordinasi. 

“Perlu kita sadari penanganan stunting itu tidak bisa sepenuhnya dipantau oleh pihak Kabupaten dan tidak bisa dipantau secara terus menerus oleh Kecamatan. Namun yang dapat memantau itu adalah pihak Desa, kerena di Desa ada Posyandunya dan ada lembaga yang punya peran untuk menangani stunting itu ,”katanya. Juga disamaaikanya, berbagai regulasi sebagai bentuk strategi ini tak hanya menangani persoalan penanganan stunting tapi berkaitan dengan seluruh persoalan kesehatan, seperti penyakit menular.

Ada persoalan mendasar di beberapa kantong stunting yang patut diperhatikan di daerah ini, karena daerah itu punya karakteristik daerah pantai dan daerah rawa serta daerah pegunungan.

“Tiga wilayah ini punya karakteristik  berbeda, semua unsur hara yang dibutuhkan tanaman maka tanah akan mempengaruhi gizi dalam tanaman itu. Misalnya tumbuhan dirawa, tentu kandungan gizinya akan beda dengan yang di pegunungan termasuk pantai.

Hal inilah yang perlu menjadi kajian bersama,” tandasnya. (rel/han)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya