Uhaib : Habib Banua dan Hj Karmila Kuda Hitam Pilwali Banjarmasin

389

Banjarmasin, KP – Jelang Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota (Pilwali) Banjarmasin tahun 2020 mendatang sebagian kalangan menilai dua kandidat bakal menjadi kuda hitam dalam kontestasi politik daerah tingkat II tersebut.

Seperti yang disampaikan Pakar Kebijakan Politik, Universitas Islam Kalimantan (Uniska), Dr Uhaib As’ad M.Si berkata ada dua kandidat yang bakal melaju dalam Pilwali Banjarmasin akan jadi kuda hitam dengan berbagai kekuatan yang dimiliki mereka.

Dr Uhaib As’ad, Pakar Ilmu Politik Uniska MAAB Kalimantan Selatan

“Ini adalah Hj Karmila dan Habib Banua akan menjadi kuda hitam,” kata Uhaib.

Bukan tanpa alasan, Uhaib berasumsi seperti ini karena menakar dari berbagai sektor dan variabel, seperti metode yang dimilikinya dengan trend tiga variabel diantaranya variabel sosial, variabel politik serta variabel finansial.

Uhaib merinci dari kandidat Hj Karmila yang sangat kuat dengan variabel finansial, dimana anak dari Ketua DPD PAN Kalsel ini merupakan kandidat terkaya, menurutnya siapa yang tidak kenal dengan sosok sang ayah dari Hj Karmila.

“H Muhidin ini menjadi tonggak kekuatan variabel finansial oleh Hj Karmila, dimana mantan walikota Banjarmasin ini merupakan strong men atau bos di kota Banjarmasin ini,” beber Uhaib.

Ia melanjutkan, dari sosok lainnya, figur habib yang melekat pada Habib Abdurrahman Bahasyim atau akrab disapa Habib Banua turut menjadi kuda hitam pada pilwali Banjarmasin nanti, pasalnya masyarakat Banjarmasin dijelaskannya menjadi mayoritas masyarakat yang mengkultuskan habib.

“Apalagi popularitas Habib Banua tidak bisa dianggap remeh, dua kali anggota DPD RI ini bukan hal yang mudah, ini semua karena Habib Banua punya variabel sosial,” terang Uhaib.

Perkaranya, Uhaib tidak mendetailkan apakah Habib Banua atau Hj Karmila yang menjadi pemenang, melainkan ia menilai dari kacamata keilmuan yang dimilikinya, bahkan ia menegaskan selain dari tiga variabel masih terdapat satu variabel kunci, yakni imposible hand.

“Variabel imposible hand ini dari sudut kultur dan budaya, betapa begitu orang mendengar nama habib langsung memuliakan karena ini habaib, ini keuntungan yang dimiliki oleh Habib Banua,” terangnya.

Ia melanjutkan walaupun tidak punya modal seperti Hj Karmila, tapi yang perlu diingat, Habib Banua memiliki amunisi politik, modal politik dibuktikan dengan 2 kali DPD RI.

“Jadi klop lah sudah persiapan Habib Banua ini, disamping punya modal sosial, modal politik, Habib Banua juga bisa mengandalkan imposible hand itu,” singkatnya. (zai/KPO-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...