Acil Odah, Enggan Kerajinan untuk HKSN Diproduksi Pabrik

Banjarmasin,  KP –  Kerajinan khas Kalimantan Selatan baik dalam bentuk cinderamata maupun makanan ramai dipesan berbarengan dengan pelaksanaan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN)  2019.

Maklum saja kerajinan tersebut akan menjadi oleh-oleh bagi para tamu luar daerah yang hadir pada kegiatan nasional tersebut.

Tingginya pesanan kerajinan khas daerah diakui Ketua Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalsel,  Hj Raudatul Jannah Sahbirin. 

Menurutnya produksi saat ini terus ditambah guna memenuni kebutuhan pesanan tamu dari luar Kalsel.

Sempat terjadi perbedaan pendapat antara panitia tingkat pusat dalam hal ini Kementerian Sosial (Kemensos) terkait pemenuhan kebutuhan kerajinan khas tersebut. 

Agar bisa memenuhi pesanan pihak pemerintah pusat menyarankan diproduksi oleh perusahaan berskala besar atau pabrik.

Namun Raudatul Jannah bersikukuh ingin menggunakan jasa pelaku usaha kecil atau Usaha Kecil Menengah (UKM) milik masyarakat.

Wanita yang akrab disapa Acil Odah itu punya alasan logis mengapa melibatkan sepenuhnya para pelaku UKM. 

Ia menghendekai masyarakat kecil yang selama ini berusaha merasakan kehadiran kegiatan HKSN.

“Tadinya disarankan diproduksi pabrik,  tapi saya menolah.

Saya pengennya pelaku UKM yang merasakan kehadiran HKSN ini. 

Banyak pejabat negara, pejabat daerah lain datang.

Rombongan daerah lain datang, makanya kami dorong UKN untuk memproduksi banyak, supaya tidak kehabisan stok,” kata Acil Odah, Selasa (17/12), di sela Jumpa Pers HKSN 2019 di Gedung PWI Kalsel.

Dikatakan, pelaksanaan HKSN harus benar-benr dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Diakuinya secara tidak langsung HKSN membawa berkah bagi pengelola rumah makan, hotel, perajin sasiran dan pelaku usaha oleh-oleh lainnya. 

Berita Lainnya
1 dari 1.033

“Pengrajin dan pelaku usaha yang kami libatkan sebagian dari Banjarbaru dan Banjarmasin,” bebernya.

Acil Odah berharap pada puncak HKSN 2019 petinggi negara bisa berhadir.

Namun siapapun yang hadir menurutnya mereka yang datang adalah tamu.

Tamu diibaratkan seorang raja yang harus dijamu, disambut dan dilayani dengan baik. 

“Kita harus memberi kesan baik dengan terima tamu dengan ramah ramah dengan harapan orang itu kembali lagi ke Kalsel.

Kalau kembali lagi orang ajan nginap di hotel belanja di warung,” ucapnya.

Pada pelaksanaan HKSN tersebut Acil Odah berharap timbul rasa kebersamaan dan gotong royong masyarakat Kalsel. 

Jika demikian maka upaya meminimalkan kesenjangan antara terlalu kaya dan terlalu miskin bisa dilakukan.

“Kalau terlalu miskin kewajiban negara hadir di situ, kalau terlalu kaya kita harapkan mau berbagai dengan sesama.

HKSN bukan awal dan akhir, harus tetap berlanjut,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kalsel,  Hj Dyah Anur Yani, menambahkan puncak HKSN akan dilaksanakan pada Jumat (20/19).

Saat ini rangkaian HKSN yang sedang berlangsung adalah Lintas Batas Kesetiakawanan Sosial (LBKS), yang meliputi 8 kabupaten dan kota.

“Pada puncak HKSN akan ada tari kolosal yang melibatkan 200 kaum milenial, karena itu hari Jumat kegiatan ditutup pukul 11.30 WITA,” ujar Dyah.

Dikatakan, pada puncak HKSN akan ada penyerahan beberapa penghargaan dari pemerintah pusat. 

“Kami targetkan puncak HKSN dihadiri 15 ribu orang. 3.400 tamu VIP dan VVIP,  sisanya ada dari pramuka, tagana,  mahasiswa dan lainnya. 

Semua kami libatkan agar sama-sama merasakan kehadiran HKSN,” ucapnya seraya menyatakan pameran akan dilaksanakan sampai tanggal 22 Desember. (mns/K-2)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya