Masyarakat Banua Harus Lestarikan Beladiri Tradisional Kuntau

Tanjung, KP – Masih dalam rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tabalong yang ke54 Gubernur Kalimantan Selatan, H Sabirin Noor, turut serta dalam atraksi 5.000 kuntau kolosal. Senin (9/12) bertempat di Tanjung Expo Center Tanjung.

Dengan mengenakan pakaian khas pesilat, Sahbirin Noor dan seluruh unsur Forkompimda Kabupaten Tabalong, kompak memperagakan gerakan kuntau bersama ribuan pesilat pelajar se Kabupaten Tabalong.

Sahbirin mengatakan, beladiri tradisional kuntau patut dilestarikan. Sebab, selain bernilai olahraga kuntau juga merupakan budaya warisan nenek moyang.

Berita Lainnya

Covid-19 Kalsel Naik 119 Orang

Kalimantan Post Berbagi Daging Kurban

1 dari 870
Loading...

“Dan ini biasanya modal bagi masyarakat banjar dalam hal merantau atau menghadapi musuh-musuh seperti di zaman penjajahan. Anak-anak kita pasti dibekali dengan beladiri yang namanya kuntau,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwitas (Disporapar) Kabupaten Tabalong, Tumbur P Manalu mengatakan, atraksi 5.000 kuntau kolosal ini diinisiasi oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kabupaten Tabalong.

Ia menjelaskan, atraksi kuntau kolosal kembali diangkat kepermukaan guna mensosialisasikan bahwa kuntau merupakan tradisional masyarakat banua yang masih ada dan harus dilestarikan.

“Terbukti hari ini di puncak Hari Jadi Kabupaten Tabalong mampu menampilkan atraksi kuntau massal 5.000 orang yang melibatkan pesilat dan pelajar se Tabalong,” demikian jelas Tumbur. (ros/KPO-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya