PDAM akan Evaluasi Penyebab Kekeruhan Air

BANJARMASIN, KP – Menyusul fenomena yang sempat viral di berbagai media sosial soal keruhnya air yang menyerupai kopi yang didistribusikan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih beberapa hari yang lalu, membuat pihak PDAM harus mengevaluasi kinerja yang sampai sekarang sudah melakukan program flushing di 100 titik di tahun 2029.

Direktur Operasional PDAM Bandarmasih, H Supian ST MT didampingi Direktur Umum PDAM Hj Farida Ariyati SE mengatakan hal tersebut disela konferensi pers yang dilaksanakan di ruang rapat Direktur Utama, Jumat (27/12).

Menurut Supian, flushing pipa PDAM Bandarmasih sebelumnya rutin dilaksanakan setiap 2 kali dalam setahun, namun fenomena air keruh yang terjadi di sebagian wilayah Banjarmasin membuat pihaknya harus menambah kegiatan flushing itu di tahun 2020 mendatang.

“Sebenarnya kita punya jadwal rutin untuk pipa sekunder 2 kali dalam setahun flushing, tapi insiden pada bulan Desember ini diluar dugaan yaitu ada zat kimia yang bereaksi sehingga terjadi endapan didalam pipa yang membuat distribusi air tidak bersih,’’ ujarnya.

Supian mengakui hal tersebut diluar kendali dan perkiraan pihaknya, sebab fenomena keruhnya distribusi air tersebut terjadi usai dilaksanakannya mekanisme flushing atau pembersihan pipa yang terjadwal 2 kali dalam setahun itu.

Atas dasar hal ini, Supian dan pihak direksi lainnya bakal mengevaluasi insiden serupa agar tidak terjadi lagi di tahun tahun yang akan datang, “Ini kami jadikan pelajaran dan terus akan kami perbaiki,’’ ucapnya.

Berita Lainnya

DPRD Kalsel Ikuti Bimtek

Dibalik Kabar Baik Ada Ancaman

1 dari 1.998
Loading...

Supian melanjutkan, atas hasil evaluasi tersebut, bisa saja pihak PDAM Bandarmasih akan melakukan flushing sampai 4 kali dalam setahun, “Ini akan menjadi kebijakan baru nantinya untuk tahun yang akan datang,’’ katanya.

Dijelaskannya, air yang termasuk kategori bisa didistribusikan adalah air yang mengandung pH minimal dengan nilai 7, “Jika kurang pada itu, maka akan kita tambah lagi soda ash dan biaya operasional, tentu ini akan menambah pengeluaran kita lagi,’’ terangnya.

Sebelumnya kemarin, 65 sampai 70 persen wilayah di booster Banjarmasin Selatan dan Timur sudah dibersihkan atau dilakukan flushing oleh PDAM Bandarmasih, alhasil selama tiga hari flushing PDAM terpaksa membuang air yang tercemar dengan volume berbeda beda setiap harinya.

“Malam pertama 22.425 meter kubik, malam kedua 21.576 meter kubik, malam ketiga 13.600 meter kubik, perbaikan kualitas air PDAM sendiri akan dilakukan keseluruhan termasuk ke bagian Banjar Barat dan Utara,’’ bebernya.

“Meskipun kecil, keluhan di dua daerah tersebut, kami tetap akan menindaklanjuti sebagaimana mestinya,’’ demikian Supian mengakhiri.

Dengan kondisi tersebut manajem PDAM Bandarmasih meminta maaf karena apa yang terjadi memang diluar perkiraan dan yang sampai sekarang penyebab utamanya masih menjadi bahan evaluasi dan yang penting dengan kegiatan flushing diharapkan bisa menekan kekeruhan meskipun PDAM harus kehilangan air bersih 55 meter kubik lebih selama dilakukan pembersihan di tiga titik tanggal 24 hilang 22,242 Meter kubik, 21,78 Meter kubik, dan 13,26 M kubik.(vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya