Peringati Hari Anti Korupsi, Kejati Kalsel Selamatkan Rp 4,6 M dari Koruptor

Banjarmasin, KP – Peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI) oleh keluarga besar Kejaksaan di Kalsel dilakukan upacara sederhana, seperti di Kejaksaan Tinggi Kalsel bersama unsur Kejaksaan Negeri Banjarmasin mengadakan apel bersama di halaman kantor Kejaksaan Tinggi, Senin (9/12).

Pada apel tersebut selaku pembina upacara Kepala Kejaksaan Tinggi Arie Arifin hanya membacakan amanat Jaksa Agung. Selain itu Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Masnunah, turun kelapangan didepan kantor Pos Banjarmasin, memberikan bunga dan stiker anti korupsi kepada pengguna jalan yang lewat.

Dalam aksi pemberian bunga dan stiker tersebut Wakajati didampingi tokoh LSM penggiat anti korupsi baik yang ada di Banjarmasin maupun yang datang dari luar kota.

Usai memimpin upacara Kepala Kejaksaan Tinggi Arie Arifin, sebelum terbang ke Jakarta untuk menerima sertifikat Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Melayani (WBK/WBBM), untuk Kejaksaan Tinggi Kalsel dan Kejaksaan Negeri Banjarbaru dan Kab. Hulu Sungai, sempat bertemu dengan awak media.

Ia mengaku bersyukur bisa menerima penghargaan tersebut walaupun diakui persiapannya sangat singkat bersaing dengan 14 Kejaksaan Tinggi di Indonesia.

Selain itu secara garis besar Arie mengemukakan penanganan perkara korupsi yang ditangani sudah menyelamatkan keuangan negara pada tahap penyelidikan, penyidikan, Penuntutan dan Eksekusi di wilayahnya adalah sebesar Rp1.900.450.000,- Ini khusus yang ditangani Kejaksaan Tinggi.

Berita Lainnya
1 dari 754
Loading...

Ini dari hasil menangani 3 perkara penyidikan 5 perkara penuntutan. Sementara yang ditangani Kejaksaan Negeri di wilayahnya yang berhasil diselamatkan dari tindakan korupsi sebesar Rp2.716.774.926.60,- dari penyelidikan 14 perkara, penyidikan 11 perkara, penuntutan 19 perkara, dan eksekusi 26 perkara. Jumlah keuangan negara secara keseluruhan mencapai Rp4 M Lebih.

Sebelum Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah Dan Pembangunan Daerah(TP4D), di bubarkan oleh Jaksa Agung, berhasil menangani sejumlah instansi yang meminta pengawalan atau pengamanan sebanyak 21 instansi.

“Jumlah kegiatan yang diberi pengawalan ada 40 pekerjaan, dan untuk anggaran kegiatan Rp3.469.314.192.696 atau lebih dari 3 triliun,” katanya.

Sementara yang ditangani TP4D Kejari se-Kalsel jumlahnya, untuk instansi yang meminta dikawal atau pengamanan, ada 83 instansi, dengan jumlah proyek 380 dengan jumlah anggaran Rp5.280.123.319.639,-.

Dalam menangani perkara korupsi ini pihaknya berhasil menangkap sebanyak 14 orang buronan koruptor, yakni dari Kejari Banjarmasin 9 orang, Kejari Tabalong 1 orang, Kejari Batola 1 orang, Kejari Tanah Laut 2 orang dan Kejari Balangan 1 orang.

Arie mengakui apa yang telah dicapai tentunya tidak bisa memenuhi harapan semua pihak, tapi ia berusaha terus untuk berusaha mencegah adanya korupsi.

“Kami menyadari sebagai aparat penegak hukum kejaksaan, masih banyak yang perlu ditingkatkan, dan betul-betul belum dapat memenuhi keinginan semua pihak termasuk rekan-rekan wartawan, LSM dan lainnya,” ucapnya.(hid.K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya