Warga Desa Kintap Demo PT KJW

DEMO - Warga Desa Kintap di Kantor PT KJW, menagih janji perusahaan tentang plasma seluas 800 hektare. (KP/Ist)
333

PELAIHARI, KP – Warga Desa Kintap, Kecamatan Kintap, menggelar demo di Kantor PT Kintap Jaya Wattindo (KJW), menuntut janji perusahaan masalah plasma kebun kelapa sawit.

Sebelum melakukan negosiasi dengan pihak perusahaan, warga juga sempat menutup beberapa akses jalan di kawasan perkebunan PT KJW.

Warga meminta untuk bertemu dengan petinggi perusahaan, tidak dengan area manager saja. Namun permintaan itu tidak dapat dipenuhi, karena petinggi PT KJW tidak berada di tempat.

Kondisi mulai mencair, menyusul datangnya Camat Kintap, Eko Trianto, ke lokasi demo. Setelah berembuk dengan perwakilan warga, pembicaraan berlanjut di ruang rapat kantor PT KJW.

Pada dialog yang diikuti Camat, Kepala Desa, Kapolsek dan Danramil Kintap itu terungkap, kedatangan warga karena ingin menagih janji perusahaan tentang plasma seluas 800 hektare.

Setelah hampir 4 jam mengadakan dialog, kedua pihak akhirnya memutuskan pertemuan diakhiri dengan kesepakatan membicarakan masalah besaran kontribusi perusahaan kepada warga yang dihitung sesuai dengan plasma.

Meski demikian, besaran kontribusi sesuai plasma, belum didapatkan kesepakatan. Rencananya kedua pihak akan mengadakan pertemuan lagi di Kantor Camat Kintap untuk menghitung berapa besaran yang akan didapatkan  warga. Penghitungan ini akan melibatkan petugas dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Hasil perhitungan itu akan menjadi bahan manajemen PT KJW Kintap untuk disampaikan pada Dewan Direksi di Jakarta.

Sulistiyo Hadi, Maanajer Kebun Kintap 1 PT KJW, mengatakan, pihaknya menunggu hasil kesepakatan besaran kontribusi perusahaan kepada masyarakat. Karena angka tersebut akan menjadi bahan mereka untuk disampaikan pada level direksi.

“Kami harus mendapatkan berapa angka yang harus kami berikan kepada warga, sesuai dengan aturan,” kata Sulistiyo Hadi di sela-sela negosiasi.

Camat Kintap, Eko Trianto, membenarkan negosiasi warga dengan pihak perusahaan belum selesai, masih ada pertemuan lanjutan untuk membicarakan jumlah yang dibayar pada warga.

“Masih ada pertemuan lagi di Kantor Camat melibatkan ahli dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura yang  ahli dalam menghitung jumlah kontribusi perusahaan sesuai perhitungan plasma,” ujar Eko Trianto.

Rombongan warga meninggalkan lokasi demo setelah mendapatkan jawaban dari pihak perusahaan. (K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...