Alqur’an dan Tantangan Zaman

347

Oleh : Andi Nurdin Lamudin
Praktisi Hukum dan Pengamat Sosial Budaya

Tahun 2020 ini adalah tahun yang penuh tanda tanya,dan sangat menarik urutannya 2020, adalah 20 yang kembar. Di mana tahun 2019 sudah terlewati dengan berita yang sangat mengejutkan Internasional. Di mana Kassim Sulaimaine, komandan Keamanan Iran di Bagdad ditembak mati oleh pesawat tanpa awak, Drone. Ini kembali membuka suasana pertikaian dunia setelah sekian lama, selama ini hanya perang diplomasi dan perang dingin antara AS dan Iran.

Namun walaupun begitu, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barang siapa membaca sepuluh ayat akhir surat Al-Kahfi, kemudian keluar dajjal, tidaklah dajjal itu menguasainya’’. (HR Muslim, Irsyadul’Ibad:71). Hal ini penting kita bahas dikarenakan, bagi Muslim setiap kejadian apapun di dunia ini yang berhubungan dengan kehebohan yang melibatkan ummat Islam, maka menjadi tanda tanya, ada sebenarnya yang sedang terjadi? kemudian di mana ummat Islam berada, bersama kepemimpinannya. Bahwa tentang kehadiran manusia di muka bumi ini sebagai khalifah, bagi ummat Islam Khalifah tidak lepas daripada konsep yang ada pada kitab suci Alqur’an. Sampai sekarang ini kitab suci Alqur’an selalu menjadi pegangan di dalam kebersamaan dan peraturan ummat Islam dunia. Apalagi jika dunia sekarang ini di mana ilmu pengetahuan dan teknologi sudah merambat keseluruh penjuru dunia dengan ITE dan HP yang menjadi alatnya.Di dalam film Terminator Dark Fate, bahwa sudah terjadi sebuah perencanaan adanya perang mesin robot yang akan membantai banyak ummat manusia. Pertanyaannya ummat manusia yang mana? Apakah ummat Islam akan menjadi sasaran dari kebrutalan sebuah ideologi, yang mana ideologi itu memang jelas bertentangan dengan nilai yang ada pada Alqur’an, namun mereka menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi bahkan mempersiapkan banyak mesin robot pembunuh seperti drone, dan robot pengintai, ciborg, robot tentara yang digerakan untuk mencapai target tertentu di dalam pembantaian manusia.

Melihat pada judulnya Terminator Dark Fate, bahwa adanya takdir kegelapan, namun sebagai manusia yang berpegang pada kitab suci Alqur’an, bahwa takdir itu sendiri ada dua pemikiran, yaitu Qadariyah dan Jabbariyah. Tentunya yang menjadi pembahasan adalah Qadariyyah, sejauh mana manusia bisa menghindarkan diri dari tatanan yang membelenggu dirinya, selama akal dan pikiran serta kemampuan untuk mengatasi itu juga merupakan ikhtiar yang diberikan kesempatan oleh Tuhan YME untuk dipergunakan sebagai mana mestinya. Begitu juga di dalam Dark Fate, bahwa sepertinya manusia memang akan dibantai dan terjadi kiamat, namun di dalam film itu juga ada bantuan dari masa depan utuk menghalangi terminator cyborg itu, untuk mengubah dan menyimpang atas terjadinya sebuah peristiwa yang tidak boleh terjadi. Maka untuk menghalangi terminator pembuat kiamat dan pembantaian ummat manusia itu, diciptakan atau diutus terminator.

Pembanding atau yang melawan pada keinginan jahat itu, dengan missi untuk menyelamatkan ummat manusia di muka bumi ini.

Sebagai seorang yang beragama Islam, kita tidak akan diam saja di mana dunia ini sudah terjadi perang opini, perang isyu dan adanya upaya untuk pelenyapan sebagian ras-ras tertentu. Maka oleh sebab itu setiap orang semestinya mempunyai pemikiran untuk menyelamatkan ummat manusia itu.

Setidaknya ummat Islam juga diselamatkan, karena itu sudah semestinya setiap orang Islam tidak diam, dan menunggu saja apa yang terjadi di dunia ini.

Walaupun sebenarnya di dalam film Terminator Dark Fate itu nampaknya hanya bersifat hiburan. Namun pembuatnya adalah juga manusia yang mempunyai keinginan keinginan tertentu sesuai dengan thema film yang dibuat. Ada pesan-pesan tertentu yang banyak orang tidak mengerti. Sementara itu di Indonesia sendiri sanat kesulitan membuat film kolosal seperti itu, dananya memang besar dan bintang film juga mempunyai urutan yang jelas dengan kesuksesan yang mereka bintangi, bahkan terus bergulir sampai tahun 2020 ini. Banyak teori ilmu pengetahuan yang terlibat di sana. Terutama ilmu pengetahuan masa depan, yang dapat dikatakan sebagai ramalan. Namun ramalan ini berdasarkan matematika, gerakan kelanjutan cyborg dan mesin robot komputer. Semuanya itu memerlukan analisa yang tajam dan berpengetahuan. Bahkan juga terminator yang dibintangi Arnold Schwanegger dan Linda Hamilton itu, berpasangan lagi di usia lanjut. Anehnya pula di dalam cerita itu ,sang terminator sang Arnold,telah menjalin hubungan dengan manusia dan berkeluarga,padahal dia mesin.Nampaknya di sini hal-hal yang menjadi lompatan berpikir,dalam cerita itu jika seorang robot mesin,yang telah banyak berbuat baik demi kemanusiaan itu,bisa menjadi manusia,berkeluarga dan punya cinta kasih dan keprihatian pada sesama manusia. Justru hal ini yang jarang kita bahas dan diskusikan.Apakah di dalam siklus kebaikan dan pahala itu seorang makhluq rendah sekalipun,jika karena Allah SWT juga berbuat baik,maka tidak menutup kemungkinan untuk bisa mencapai derajat manusia yang sempurna.

Seperti cerita siti Jenar, yang katanya ada cacing yang mendengar, berita gaib informasi dari Tuhan akhirnya bisa menjadi manusia. Itu versi kitab jawa kuno di dalam dunia wali dan manusia mulia lainnya.

Oleh karena itulah dunia berpikir kita di daerah Timur, ini memang berbeda dengan cara berpikir orang Barat. Di Barat dunia logika matematika dan materialisme begitu kental, sehingga ada nampaknya kemiripan, di mana materi yang rendah atau makhluq yang rendah sekalipun bisa mencapai ketinggian derajat atau reinkarnasi lebih baik karena sebelumnya telah berbuat baik dan berguna bagi alamnya ketika itu. Karena itulah, syurga dan neraka itu sudah direncanakan sejak dini di muka bumi ini. Patutkan kita masuk syurga? Berdasarkan apa dan dikarenakan apa?

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...