Aspersi Bernapas ‘Lega’ BNI Kucurkan Bantuan 1800 Unit Rumah

Pihak Apersi berharap ada dana talangan kuota rumah murah subsidi melalui skim FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) segera direalisasikan dalam waktu dekat ini.

BANJARMASIN, KP – Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Kalimantan Selatan H Mukhtar mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung program sejuta rumah (PSR) yang merupakan program presiden Joko Widodo dan BNI Banjarmasin kucurkan dana untuk 1800 unit rumah murah.

“ Kami berharap, program rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap menjadi fokus pemerintah dan Bank BNI tahun ini menyiapkan dana segar untuk 1800 rumah murah,” tutur H Mukhtar didampingi Sekretarisnya Dita Aditya, kepada wartawan, Sabtu.

Ia menyebutkan, anggota Apersi Kalsel yang berjumlah 308 merupakan kontributor pembangunan rumah subsidi berharap pemerintah memberikan dorongan yang maksimal untuk mensukseskan program ini. 

Selain itu, pengusaha perumahan di Tanah Bumbu ini pun berharap ada solusi dari permasalah yang belum terselesaikan, mampu dibereskan lagi melalui program tahun 2020 ini.

Pihak Apersi berharap ada dana talangan kuota rumah murah subsidi melalui skim FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) segera direalisasikan dalam waktu dekat ini.

“ Kami harapkan anggaran kuota FLPP bisa ditingkatkan karena ini penting untuk mengurangi persoalan backlog perumahan khususnya bagi MBR,” tambah Aditya.

Berita Lainnya
1 dari 458
Loading...

Untuk Kalsel sambungnya, tahun 2020 ditarget rumah subsidi terserap 15 ribu unit, artinya lebih tinggi dari tahun 2019 yang hanya 12 ribu unit, namun baru direalisasikan melalui FLPP hanya 8 ribu unit rumah.

Kalau pemerintah berkomitmen meneruskan program sejuta rumah, maka tidak adalagi kekurangan kouta, sebab kita gunakan system update Artinya istilah habis kouta dipastikan tidak adalagi pada tahun 2020 ini, bebernya.

Namun walau dana subsidi FLPP habis, namun pemerintah terus mendorong para pengembang untuk memanfaatkan skim Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).

Diakui, pola ini sangat membantu namun masih ada kekurangannya, seperti aturan SLF (sertifikat laik fungsi) harusnya dipermudah jangan memberatkan para pengembangan dan dibuat lebih efesien.

Kemudian, konsep tabungan dipermudah dari 6 bulan menjadi 3 bulan selain itu  uang muka dari 5 persen menjadi 1 persen dan bunga cicilan jangan bunga komersial karena akan memberatakan masyarakat, harusnya fixed seperti FLPP.

Sejumlah bank yang menggandeng Apersi untuk memenuhi kouta, seperti Bank BNI yang akan segera menggelontorkan pendanaan sekitar 1.800 unit rumah murah dan kami sudah sampaikan kepada anggauta sudah ada beberapa perbankkan lokal dan nasional lagi siap gandeng Aspersi.

“ Benar sekali ada sekitar 1.800 unit rumah subsidi dengan pembiayaan melalui BNI akan segera direalisasikan bulan ini,” kata Aditya.

“April 2020 kouta terealisasi habis, dan kita meminta tambahan kembali kouta, dan Apersi sudah meminta 300 ribu unit se Indonesia di 2020 ini, apalagi kebutuhan rumah subsidi sangat tinggi dibanua ini sehingga memberikan serapan tenaga kerja buruh yang tinggi,” tutup Dita Aditya. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya