Demi Pendidikan Paman Birin, Berjuang

Banjarmasin, KP – Demi pendidikan, Paman Birin, berjuang inilah ceritanya disampaikan ketika Gebyar (SMALIE) 2020 dalam rangka HUT SMAN 5 Banjarmasin, Selasa (21/1).

Terlebih kegiatan dibalut langsung dengan acara reuni antar angkatan.

Acara yang digelar di halaman SMAN 5 Banjarmasin, Jalan Sultan Adam Banjarmasin itu, juga dihadiri para alumni yang kini telah sukses menapaki karir mereka.

Salah satu diantaranya adalah Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor, yang akrab disapa Paman Birin, merupakan alumni Angkatan ke 7 SMALIE.

Kedatangan Gubernur Sahbirin Noor, disambut hangat ratusan pelajar, dewan guru dan  para alumni

Peringatan milad salah satu sekolah menengah atas tertua di Kota Banjarmasin itu terasa lebih bermakna.

Ini karena, panitia menghadirkan para guru purna tugas dan alumni senior.

Termasuk para guru  yang pernah pengajar atau Wali Kelas Paman Birin di saat mengenyam pendidikan di sana.

Cahaya Kencana, salah satu di antaranya. Ditemui usai syukuran kegiatan, menceritakan kegigihan Paman Birin untuk bisa melanjutkan  bersekolah meski di tengah keterbatasan.

Dituturkan Cahaya Kencana, saat Paman Birin mendaftar di SMAN 5, ia sempat kembali ke rumah karena belum memiliki uang untuk biaya pendaftaran.

” Saat itu dia (Paman Birin, red) sempat bercerita dengan saya bahwa uang untuk mendaftar sekolah diperoleh dari hasil menjual Radio Tape hadiah dari Juara 1  Baca Puitisasi Al-Qur’an.

Kebetulan dari hasil menjual Tape itu laku Rp22.000 , sama persis biaya uang pangkal masuk sekolah.’  kenang Cahaya mengingat masa sulit Paman Birin.

Selama di sekolah, lanjutnya, Paman Birin termasuk siswa santun dengan guru dan  menyayangi teman.

Sosoknya pandai bergaul dan gemar menolong teman sekolah. Ia juga tercatat sebagai Ketua OSIS SMALIE.

Kisah persahabatan hangat dengan Paman Birin diceritakan Adhani, alumni tahun 1985.

Adhani menuturkan, Paman Birin termasuk sosok sahabat yang menyenangkan.

Di mana pun ia berada,  semua orang di sekitarnya menjadi senang. Ini karena pribadinya yang  rendah hati dan sederhana.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat diminta tanggapan membenarkan masa sulit yang pernah dihadapi

Ia  menceritakan, melalui lomba puitisasi dirinya dapat melanjutkan jenjang pendidikan ke SMA, waktu itu.

Karena hadiah juara pertama yang diraihnya, harus direlakan dijual untuk membayar uang masuk sekolah.

“Waktu itu saya ingin melanjutkan sekolah tapi tidak punya uang.

Saya ikut lomba baca puisi, dan mendapat juara satu. Saya ingat sekali, hadiah juara satu adalah radio tape, yang saya jual seharga Rp22.000 .

Kebetulan saat itu, biaya masuk sekolah SMA 5 waktu itu, pas 22.000 rupiah. Karena lomba baca puisi saya bisa melanjutkan sekolah,” kenangnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 5 Bnajarmasin, Mukhlis Takwin mengaku bangga atas prestasi siswa dan kiprah para alumni.

“Semoga dari alumni SMALIE akan lahir kembali  Paman Birin – Paman Birin lainnya. Bahkan ada yang menjadi Menteri ataupun Presiden,” doa Mukhlis. (*/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...