Dinkes Intensifkan Waspada Penyebaran DBD

BANJARMASIN, KP – Guna menghadapi musim hujan seperti saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin mengintesifkan sosialisasi untuk memberikan penyuluhan kepada warga dalam upaya untuk mengantisipasi berkembangnya penyakit demam berdarah atau DBD.

Selain melakukan penyuluhan, Dinkes juga melakukan langkah pengasapan atau fogging di kawasan yang diindikan rawan penyebaran penyakit demam berdarah, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Machli Riyadi.

Kepada KP usai rapat kerja denan komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Senin (6/1) lalu, di saat . musim penghujan seperti saat ini, dikhawatirkan akan banyak muncul berbagai jenis penyakit yang menyerang warga di Kota Banjarmasin, terutama demam berdarah akibat gigitan nyamuk tersebut.

Kendati ungkapnya, Dinkes belum mendapatkan informasi adanya peningkatan kasus atau penderita yang terserang penyakit cukup mematikan itu, namun langkah kewaspadaan tetap harus dilakukan dengan melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan Menguras, Menutup dan Mengubur (3M) terhadap tempat-tempat bersarang nyamuk .

Dengan dilakukannya langkah 3M tersebut tentunya diharapkan peningkatan kasus penyakit demam berdarah dapat dihindari, himbaunya.

Menurutnya, pada saat musim hujan memang akan diiringi dengan meningkatnya pertumbuhan jentik nyamuk, salahsatu diantaranya aedis aegypti atau nyamuk penyebab utama Demam Berdarah Dengue (DBD).

Berita Lainnya
1 dari 1.746
Loading...

Sehingga kegiatan pemberantasan sarang nyamuk sangat perlu dilakukan, agar warga tidak terserang penyakit tersebut terutama bagi anak-anak.

“Kami sudah meningkatk sosialisasi guna mengantisipasi penyakit ini agar warga dapat lebih waspada dan melaksanakan langkah 3M di tempat tinggal masing-masing,” ungkapnya.

Dikatakannya, selain di lingkungan atau rumah tempat tinggal, langkah pemberantasan sarang nyamuk dengan melaksanakan menguras bak penampungan air, menutup dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan, juga harus dilakukan di lingkungan sekolah, terutama pada bagian bak penampungan air di toilet atau WC.

Masalahnya, karena di sekolah juga sangat rawan tumbuh dan berkembang penyakit DBD ini, karena terdapat bak penampungan air, sehingga perlu dilakukan secara rutin langkah 3M dengan meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah , kata Machli Riyadi, seraya menambahkan, saat musim hujan populasi penyebaran nyamuk (aedes aegypty) dengan cepat berkembang biak.

Menurutnya, jika terkena gigitan nyamuk tersebut, maka korbannnya akan sangat rentan terkena penyakit demam berdarah. Ia juga mengemukakan, berdasarkan penelitianlembaga kesehatan dunia (WH0), mengkatagorikan penyakit demam berdarah termasuk salah satu penyakit menular yang paling pesat penyeberannya di dunia.

Padahal ungkapnya, penyakit demam berdarah awalnya saat ditemukan hanya menjangkiti 9 negara di dunia., namun sampai saat ini penyebaran penyakit menular dan bila penderitanya tidak cepat tertangani meninggal dunia itu sudah menjangkiti lebih 100 negara, termasuk Indonesia. (nid/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya