Ketua DPRD Kapuas Prihatin Rumah Pastor Terbakar

CEK PERALATAN : Ketua DPRD Kapuas, Kalimantan Tengah, Ardiansah, bersama Kapolres Kapuas, Dandim 1011/klk, Kepala BPBD Kapuas, melakukan pengecekan sarana prasarana peralatan kesiapsiagaan bencana alam di daerah setempat, usai apel gelar pasukan Aman Nusa II di Kapuas, kemarin. (KP/All)
397

Kuala Kapuas, KP – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Ardiansah, turut prihatian atas musibah kebakaran yang terjadi di Komplek Gereja Santo Matius Jalan Kapten Piere Tandean Kota Kuala Kapuas, pada Jumat (10/1) lalu, sekitar pukul 03.00 WIB, yang telah menghanguskan rumah pastor dan menewaskan seorang warga.

“Kami turut berduka cita, semoga keluarga diberikan ketabahan dan kesabaran serta kekuatan atas musibah kebakaran yang menelan korban terjadi diawal tahun 2020 ini,” kata Ketua DPRD Kabupaten Kapuas, Ardiansah, kepada wartawan di Kuala Kapuas, Sabtu (11/1).

Terkait musibah tersebut, Legislator asal Partai Golongan Karya (Golkar) inipun mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasi berhati-hati dalam penggunaan listrik, obat nyamuk dan kompor di dapur.

“Karena penyebab kebakaran akibat kelalaian sehingga mengakibatkan kerugian baik harta benda bahkan nyawa,”ujar wakil rakyat yang terpilih dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kapuas III ini.

Karena itu, lanjut Ardiansah, dengan segala keprihatinan yang mendalam dirinya berharap kejadian dan musibah seperti ini tidak terulang kembali.

“Saya berharap kepada pihak pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera mengambil langkah kongkrit. Guna penangan darurat bencana kiranya bisa segera memberikan saluran bantuan kebutuhan pokok pasca musibah,” harapnya.

Sementara dalam kejadian kebakaran tersebut, merenggut satu korban jiwa bernama Safta Rius (53) warga jalan Pemuda Kota Kuala Kapuas, yang merupakan jemaat geraja atau tamu Pastor Aris (48) yang menginap.

“Pada saat kejadian api sudah membesar dengan cepat, sehingga korban atau jemaat gereja yang menginap di rumah Pastor itu tidak dapat menyelamatkan diri. Sedangkan Pastor selamat saat kejadian itu,”kata Kapolsek Selat AKP Christian Maruli Tua Siregar, di Kuala Kapuas, Jum’at (10/1).

Untuk api sendiri, kata Kapolsek, diketahui berawal dari belakang rumah atau dapur, yang kemudian dengan cepat melalap bagian lainnya.

“Penyebabnya sendiri, kita belum tahu dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut,”ujar Christian Maruli Tua Siregar.

Api saat itu dapat dikuasai oleh petugas pemadam kebakaran baik milik pemerintah setempat maupun pemadam kebakaran swakarsa 45 menit kemudian dengan sigap memberikan pertolongan, bahu membahu memadamkan api yang terus berkobar saat itu.

“Diperkirakan kerugian materil sekitar 800 juta. Jadi bukan hanya rumah saja disitu, kendaraan, uang kasnya gereja dan sejumlah barang berharga lainnya juga ikut terbakar,”katanya.

Dalam kejadian ini, Polisi sudah memasang garis Polisi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian, untuk korban sendiri sudah dilakukan evakuasi petugas ke RSUD Kapuas, untuk dilakukan visum.

“Tapi untuk lebih jelasnya kita menunggu hasil dari kerja kawan-kawan dari Inafis Reskrim dan tim lainnya, serta menunggu tim laboratorium Forensik dari Surabaya,” ucap Christian Maruli Tua Siregar. (Al)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...