Partai Golkar Tunggu Hasil Survei

Banjarmasin, KP – Partai Golkar masih menunggu hasil survei yang dilakukan oleh partai, sebelum menentukan siapa yang akan diusung pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) mendatang.

“Jadi kita masih menunggu hasil survei, baru menetapkan calon yang akan diusung,’’ kata Ketua Harian Partai Golkar Kalsel, H Supian HK kepada wartawan, Senin (6/1), di Banjarmasin.

Menurut Supian HK, penetapan bakal calon kepala daerah masih belum dilakukan, karena memerlukan beberapa tahapan, baik menyampaian visi misi maupun hasil survey.

“Kita tunggu saja penetapan calon yang akan diusung Partai Golkar,’’ ujar Ketua DPRD Kalsel ini.

Sementara itu, Ketua Tim Penjaringan Bakal Calon Kepala Daerah Partai Golkar, H Puar Junaidi mengatakan, proses seleksi yang dilakukan terhadap calon yang melamar ke partai Golkar sudah dilakukan, terutama seleksi administrasi.

“Kita sudah menyelesaikan tahapan ini, tinggal menunggu hasil survei yang dilakukan DPP Partai Golkar,’’ kata Puar Junaidi.

Berita Lainnya
1 dari 1.424
Loading...

Diungkapkan, Partai Golkar Kalsel sendiri juga melakukan survei serupa terhadap beberapa nama calon yang mengajukan lamaran, sebagai pembanding dengan survei yang dilakukan DPP.

“Karena hasil survei ini cukup menentukan, terutama menilai elektabilitas dan kepopuleran calon kepala daerah,’’ tambah mantan anggota DPRD Kalsel.

Untuk itu, Partai Golkar mempersilakan calon yang ingin diusung Partai Golkar, termasuk kader untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar bisa meningkat popularitasnya.

“Silakan turun ke lapangan agar bisa dikenal masyarakat luas,’’ tegas Puar Junaidi.

Lebih lanjut Puar Junaidi mengungkapkan, untuk pemilihan Gubernur Kalsel, berdasarkan hasil pleno diperluas telah menetapkan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor yang juga Ketua Partai Golkar Kalsel sebagai calon gubernur, sedangkan wakilnya adalah Gusti Sahyar, H Rosehan NB, H Supian HK, HM Sofwat Hadi, Gusti Iskandar, Abdul Wahid dan H Muhidin.

“Nanti kita lihat hasil survei, siapa yang memiliki elektabilitas dan popularitas tinggi,’’ jelas Puar Junaidi.

Sedangkan untuk pemilihan walikota dan bupati, hanya Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Balangan dan Kotabaru yang bisa mengusung sendiri, sedangkan Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Tanah Bumbu harus mencari koalisi. “Kita juga masih menjajaki kemungkinan koalisi untuk mengusung calon, walaupun ada dua calon petahana, yakni Balangan dan Kotabaru,’’ tambahnya. (lyn/KPO-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya