Kasdim Tanamkan Cinta Tanah Air dan Bela

Banjarmasin, KP – Pemko Banjarmasin melalui Kesbangpol Kota Banjarmasin menggalakan Kesadaran Bela Negara dan Cinta Tanah Air. Karena merupakan bagian dari upaya membangun sikap dan karakter bangsa serta mental dan perilaku warga negara yang senantiasa cinta tanah air.

Guna menjaga hal tersebut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Banjarmasin undang warga, tokoh masyarakat dan pemuka agama dalam acara Fasilitasi Peningkatan dan Kesadaran Bela Negara di Aula Kecamatam Banjarmasin Selatan, Selasa (11/2/2020).

Guna memantapkan materi bela negara, Kesbangpol undang penarasumber dari TNI Kasdim 1007/Banjarmasin Letkol Inf Suhardi Aji. Suhardi mengatakan, kegiatan sosialisasi kesadaran bela negara merupakan bagian dari upaya membangun sikap dan karakter bangsa, dan merupakan bagian tak terpisahkan dari program revolusi mental sebagai salah satu agenda prioritas pemerintah sebagaimana tertuag dalam nawa cita ke delapan.

“Nilai-nilai bela negara itulah yang diharapkan menjadi landasan sikap dan perilaku kita semua yang diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari,’’ ujarnya.

Karena, pemerintah mempunyai tujuan dari pelaksanaan bela negara diantaranya, mempertahankan kelangsungan hidup bangsa dan negara, melestarikan budaya, menjalankan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945, mempertahankan negara dari berbagai ancaman serta menjaga keutuhan wilayah NKRI. 

Kepala Kesbangpol Kota Banjarmasin Drs H Kasman mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk membangun dan menanamkan sikap mental dan perilaku warga negara yang senantiasa cinta kepada tanah air, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila sebagai ideologi negara serta memiliki kemampuan awal bela negara.

Berita Lainnya

Restauran Terapung Resmi Operasional

1 dari 1.758
Loading...

“Aktualisasi nilai-nilai bela negara tersebut penting dan dibutuhkan bagi negara, terlebih bila mencermati perkembangan dinamika ancaman di era kemajuan teknologi dan keterbukaan informasi,’’ katanya.

Sedangkan nara sumber dari Akademisi ULM, DR Drs H Harpani Matnuh menjelaskan, era globalisasi juga dapat memicu masuknya berbagai macam aliran dan paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila yang selama ini merupakan simbol negara.

“Mudah mudahan dengan terus diberikan pemahaman, masyarakat bisa tetap terus terapkan nilai nilai nasionalisme,’’ harapnya.

Selain itu, lemahnya nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara juga akan menimbulkan KKN, konflik Sara dan Kepentingan, tindakan anarkis, kesadaran hukum, kesenjangan sosial dan rendahnya daya saing barang dan jasa.

Oleh karenanya, menurutnya, sebagai warga Indonesia tetap berpegang terhadap Pancasila sebagai Dasar Negara dan UUD 1945 sebagai landasan instrumental.

Akhmad Husen dari Kwartir Pramuka Cabang Banjarmasin juga memaparkan, ada tiga hal yang harus kita lakukan untuk membina nasionalisme Indonesia, yakni mengembangkan persamaan diantara suku-suku bangsa nusantara, toleransi dan merasa senasib dan sepenanggungan diantara sesama bangsa Indonesia. (vin/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya