Lulusan Akbid BBH Banjarbaru Diminta ke Singapura

Banjarbaru, KP – Akademi Kebidanan Banua Bina Husada (Akbid BBH) Banjarbaru menggelar Capping Day (Pemasangan Kap Bidan) Mahasiswa Angkatan XII Tahun Anggaran 2019/2020, di Hotel Novotel Banjarbaru, Sabtu (15/2/2020).

Capping day kali ini diikuti sebanyak 33 mahasiswi yang berasal dari Kalsel, Kalteng dan Kaltim.

Kadis Kesehatan Banjarbaru Rijana Mirza mengatakan, upacara ucap janji atau capping day sendiri sebagai awal mahasiswa memasuki dunia praktek di lapangan.

Menurutnya, dalam rangka pelayanan reproduksi yang terjamin, tentunya diperlukan pendidikan yang baik dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan anak serta stunting.

“Harus dilakukan pembangunan kesehatan guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatannya,’’ tandasnya.

Dia pun berharap para mahasiswa proaktif menambah pengetahuan di bidang kesehatan, terutama ilmu kebidanan dan kehamilan guna menurunkan angka kematian ibu dan anak.

Direktur Akbid BBH Banjarbaru Susilawati SST MKes mengatakan, para mahasiswa sebelumnya mengikuti kegiatan pengenalan kampus dan perkuliahan.

Berita Lainnya

Pertanian Miliki Potensi Menjanjikan

PPDB Tingkat SMA/SMK/SLB Dibuka

1 dari 1.439

“Selama satu bulan kedepan mereka siap mengikuti praktek di RS Idaman Banjarbaru dan RSUD Ratu Zalecha Martapura,’’ ujarnya.

Ketua Yayasan Akbid Banua Bina Husada, Harryangga Tarigan SH menambahkan, tahun ini Akbid BBH 2018 mendapat akreditasi B dalam penyelenggaraan pendidikan. Dia meminta jadilah bidan yang memiliki iman dan akhlak, sehingga selalu bersyukur dan tidak menyalahgunakan ilmu, gunakan adab dan sopan santun kepada orangtua dan masyarakat.

“Gunakanlah ilmu yang bermanfaat bagi agama, nusa dan bangsa,’’ ucapnya.

Saat ditanyakan kemungkinan lulusan Akbid BBH diminta bekerja di luar negeri, seperti Malaysia, Tarigan menyatakan, ada kemungkinan tahun ini lulusan ke Singapura dan Cina.

Sementara Ketua IBI Kota Banjarbaru Wiwik Indriyani AMKeb menuturkan, capping day juga sebagai langkah awal perubahan sikap, sehingga siap ke lahan praktek.

“Manfaatkan dan gunakanlah waktu yang sedikit di tempat praktek dengan baik, karena keterampilan sangat penting. Teori tanpa keterampilan tidak ada gunanya, keterampilan tanpa ilmu juga tidak berarti,’’ ucapnya.

Pada kesempatan ini diserahkan penghargaan kepada mahasiswa terbaik pertama Suratmi dengan IPK 3,59, terbaik kedua Alfiana Maulita Rosiati (IPK 3,53), dan terbaik ketiga Vera Monica (IPK 3,51). (wan/K-5)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya