Pembangunan DIR Kinarum Dilanjutkan

Banjarbaru, KP – Jaringan Daerah Irigasi (DIR) Kinarum 1.004 hektare (Ha) digarap secara bertahap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sejak 2015 silam.

Hingga akhir 2019 tadi Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) sudah mengalokasikan dana kurag lebih Rp89 miliar DIR Kinarum.

Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA), Masrai Zulzai, menyebut pembangunan dilanjutkan tahun ini dengan alokasi anggaran kurang lebih Rp19 miliar.

“Tahun ini melanjutkan pembangunan saluran primer dan sekunder,” kata Masrai, Kamis (6/2).

Masrai menerangkan, DIR Kinarum dibangun untuk memenuhi keperluan pertanian. “Pembangunan Jaringan Daerah Irigasi Kinarum 1.004 Ha Kabupaten Tabalong ini dilaksanakan secara bertahap, pengerjaannya diawali pada Tahun 2015, harapannya akan dapat dirasakan masyarakat sekitar terutama pada sektor pertanian yang erat kaitannya dengan penggunaan irigasi.

Ia menjelaskan, pembangunan Jaringan (DIR) Kinarum 1.004 Ha do Kabupaten Tabalong pada Tahun 2019 ini dilaksanaan selama 279 hari kalender, dan sudah selesai 100 persen pada Bulan Desember Tahun 2019 lalu.

Item-item yang telah terbangun di antaranya galian dan lining saluran primer 224 meter, saluran sekunder 1.710 meter, dan saluran tersier 1.082 meter. “Selain tiga saluran tersebut terbangun pula 3 pintu air, 2 buah bagi, 1 buah sadap, 5 buah terjunan, dan 11 box culvert,” tuturnya.

Berita Lainnya
1 dari 891
Loading...

Tahap pekerjaan DIR Kinarum di tahun pertama dibangunan saluran primare sepanjang 345 meter dengan alokasi dana Rp33,3 miliar serta dikerjakan PT Adhi Karya Tbk Divisi Kontruksi V.

Pada tahun 2016, atau tahun kedua pembangunan kembali dilanjutkan dengan alokasi dana Rp15 miliar.

Paket pekerjaan di tahun kedua ini, dimenangkan oleh PT Bina Sarana Bersama, namun hingga 31 Desember 2016, penyedia jasa (kontraktor) tidak sanggup menyelesaikannya, sehingga pembayaran dilakukan oleh pemprov berdasarkan volume yang dikerjakan.

Tahun kedua ini, pembangunan saluran primare hanya terselesaikan 205 meter. Tahun 2017 pemprov kembali mengalokasikan anggaran untuk melanjutkan proyek pekerjaan tersebut. Dana sebesar Rp10 miliar dikucurkan untuk membangun saluran irigasi.

Paket pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Argo Sanjoyo Adhitama terlaksana 100 persen.

Tahun 2018 paket pekerjaan dilaksanakan PT Argo Sanjoyo Adhitama dengan harga Rp9,935 miliar.

Tahun lalu paket pekerjaan dengan nilai kontrak Rp22, 166 miliar dilaksanakan PT Argo Sanjoyo Adhitama. (mns/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya