BI Minta Masyarakat Tidak Perlu Berlebihan Sikapi Virus Corona, Karena Berimbas Ekonomi

Banjarmasin, KP – Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Kalsel Amanlison Sembiring mengakan masyarakat Banua untuk tidak perlu berlebihan dalam menanggapi virus corona yang kini masuk ke Indonesia.

Hal ini menurutnya penting, karena jika masyarakat menyikapinya secara berlebihan, dapat ikut membuat kondisi ekonomi di Banua terimbas negatif.

“Misalnya karena menyikapinya berlebihan, membuat aksi borong kebutuhan pokok dipasaran meningkat. Ini kan tentu tidak baik bagi ekonomi Kalsel, karena hal tersebut dapat memicu inflasi,” ujarnya, Kamis (05/03/2020).

Berita Lainnya
1 dari 457
Loading...

Saat ini Pemerintah Provinsi juga sudah gencar melakukan antisipasi agar virus corona tidak masuk ke Kalsel. Jadi menurutnya masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan masalah virus corona secara berlebihan.

“Sikapi masalah ini dengan bijak, baik itu dengan melakukan langkah pencegahan dengan memakai masker, memeriksa kondisi tubuh secara rutin maupun meningkatkan kekebalan tubuh dengan berolahraga. Ini jauh lebih efektif ketimbang melakukan aksi borong kebutuhan pokok,” tegasnya.

Dengan merebaknya kasus virus corona di Indonesianya, diakuinya cukup membuat kondisi ekonomi di Indonesia ikut terimbas negatif. Hal ini bisa dilihat dari diturunkannya target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang sebelumnya dipatok 5,2 – 5,6 persen, manjadi hanya 5 – 5,4 persen.

“Karena itulah kita jangan memperparah keadaan. Sekali lagi kita harus bijak menghadapi masalah ini dengan melakukan langkah tepat yang tidak membuat ekonomi di Banua ikut terimbas negatif,” katanya. (vin/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya