Darurat Virus Corona, Banjarmasin Perketat Pengawasan

Banjarmasin, KP – Wabah virus Corona (Covid – 19) terus menyebar. Bahakan Presiden Joko Widodo mengeluarkan instruksi setiap daerah untuk menentukan status darurat.

Nah, kemarin, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin menggelar rapat tertutup yang dipimpin langsung Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina di kediaman, Komplek Dharma Praja KM 5, Banjarmasin Timur.

Sejumlah ahli medis, hingga dinas kesehatan turut diundang dalam pertemuan tersebut. Agenda yang dibicarakan tak lain menyikapi status darurat dan penanganan di Banjarmasin.

Usai rapat tertutup tersebut Ibnu mengatakan, bahwa penangan dilakukan satu komando dan yang ditunjuk sebagai leading sektor yakni Kepala Dinas Kesehanan Banjarmasin, Machli Riyadi.

“Kita ingin satu komando penangan. Kami menunjukkan Kadinkes untuk ledingsektor yang akan mengakomodir semua. Termasuk kesatuan informasi, dan penangan,” ujarnya.

Terutama lanjut Ibnu, terkait tenaga medis agar melakukan penangan dengan baik, dan bagiamana agar penangana tersebut sesuai standardisasi agar tak berdampak buruk bagi para medis itu sendiri.

“Terutama ujung tombak di poskesmas bagaiaman tenaga medis bisa menangani kasus ini dengan baik, juga bagaimana standar agar keselamatan mereka jadi prioritas,” jelasnya.

Berita Lainnya

Kapolda Dukung Gerakan Demokrasi

1 dari 1.023

Selain itu, dalam waktu dekat Pemko juga akan mengeluarkan surat edaran baru, dimana surat edaran itu untuk dijadikan acuan agar masyarakat lebih perhatian terhadap penyebaran virus Corona.

Kemudian, di situ juga diatur terkait menghindari pengumpulan massa lebih dari 50 orang. Juga edukasi kepada masyarakat terkait pengawasan bagi orang yang datang dari luar kota maupun negara yang tesuapect Corona.

Dalam waktu dekat, Banjarmasin juga akan kedatangan pelajar yang sebelumnya melakukan studi banding ke Australia. Mereka nantinya, ujar Ibnu harus melalui proses pemeriksaan dan pengawas intensif.

“Waktu dekat akan ada salah satu sekolah yang baru datang studi banding dari Australia. Dan mereka akan masuk ke Banjarmasin. Ini berarti harus masuk dalam pengawasan,” bebernya.

Adapun, Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi membeberkan, sejak 15 Januari – 13 Maret ada sekitar 32 orang yang dipantau. Dan 22 dinyatakan sehat. Dan tersisa 10 ornag yang masih di pantau.

“Jadi sampai hari ini belum ada diagnosa yang tegak untuk Covid – 19 di Banjarmasin,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya akan mingkatkan kawaspadan dan mematau lebih intensif. “Mematau tak hanya perhari tapi Bahakan per enam jam Bahakan per tiga jam,” imbuhnya.

Machli mengatakan, mereka yang di pantau saat ini merupakan warga yang baru datang dari ibadah umroh, dan turis loka yang datang dari daerah yang terinfeksi virus Corona. “Kami sudah lakuak pemantauan ke rumab, dan saat ini sedang berlangsung,” pungkasnya.(sah/KPO-1)

Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL
loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya