Grand Opening Taman Wisata ‘Menanti’ Liburan

Tanjung, KP – Niat ingin memiliki obyek wisata sendiri, akhirnya terwujud, Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalon, melalui Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Daerah setempat Tumbur P Manalu S.STP.MT lakukan grand opening Taman Wisata ‘Menanti’ Laburan.

Menurut Tumbur, Dinas Pariwisata Kabupaten Tabalong sangat memberikan apresiasi terhadap pemerinthan Desa Padang Panjang, “Kami sangat mengapresiasi kepada desa padang Panjang, melalui Badan Usaha Desa (BUMDES)-nya, kalau kita telah mempunyai niat untuk membuka suatu usaha maka akan diberkati,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut belum lama tadi di Desa Padang Panjang Kecamatan Tanta Kabupaten Tabalong.

“Sebenarnya, untuk pengembangan sektor pariwisata yang ada di daerah, tidak terlepas dari tanggungjawab semua pihak, tidak hanya pemerintah daerah tapi semua pihak. Jadi sekali lagi, untuk upaya yang dilakukan, sehingga bisa terbangunnya obyek wisata manati laburan kami ucapkan banyak terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ucap Tumbur.

Dinas Pariwisata Kabupaten Tabalong menurut Tumbur, berharap obyek wisata Laburan ini menjadi salah satu obyek wisata di Kabupaten Tabalong yang mampu memberikan dampak multi player terhadap ekonomi masyarakat. “Salah satu indikator desa wisata telah bisa di nilai dari obyek wisata Laburan ini. Yakni mengoptimalisasi sumberdaya yang ada, dan membuka lapangan kerja, untuk memerkenalkan produk lokal di desa tersebut, dan memberikan tambahan bagi desa,” sebutnya

Berita Lainnya
1 dari 1.396
Loading...

“Saat ini, obyek wisata salah satu industri yang akan menunjang pertumbuhan ekonomi, dan kami berjanji akan mengkoordinasikan dengan dinas pemberayaan masyarakat terkait hal ini,” demikian pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Padang Panjang H Sokhidin, menjelaskan dibangunnya tempat wisata tersebut adalah salah satu pemindahan Asset di Trans Padang Panjang oleh PT Adaro Indonesia dan setelah dihidtung oleh tim bernilai Rp5,6 Milyar, “sebagian hasil ganti rugi asset desa tersebut kami alihkan keluar diantaranya lapangan bola, TK dan tempat pariwisata ini, perlu kami sampaikan bahwa tempat pariwisata ini seluas 5 hektar,” ujarnya.

“Setelah diserahkan kedesa, kami langsung melakukan perluasan taman wisata ini dengan pembuaan embung, lapangan parkir, jaaln serta serta siring dan sarana penunjang lainnya,” sebut Sokhidin.

Selebihnya, Kades Padang Panjang ini menyebutkan, nilai yang gunakan untuk pembuatan fasilitas di Obyek Wisata Menanti laburan tersebut kurang lebih Rp600 juta, dana itu didapatkan melalui penyertaan modah dari desa ke Bumdes. Sedangkan kami menerima dari Bumdes  hanya 200 juta, selebihnya dari donator pihak ketiga.

Adapun 5 hektar areal yang digunakan hanya 2 hektar dengan fasilitas flying fox, taman, kolam untuk speda air, dan lainnya, dan juga masih ada 3 hektar lagi yang belum digunakan, nantinya akan dibangun water bom, rumah pohon, rumah penginapan, sepeda air, warung dan sebagainya.

“Mengingat tempatnya yang strategis dan luas areal yang belum dgunakan maka kami sangat berhara bantuan dari perusahaan dan pihak pemerintah untuk membantu menyiapkan fasilitas pendukung tersebut,” demikian harap Kades Padang Panjang ini. (ros/K-6)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya