Kecanduan Game Online Menantu Dibunuh Mertua

Tapi hati merasa panas saya tetap memukulinya hingga tak ada suara lagi terdengar dari korban

MARABAHAN, KP – Motif pembunuhan menantu bernama Hairudin (32), oleh mertuanya bernama Sutrisno (50) terungkap sudah. Rupanya, korban dihabisi karena kerap meminta uang secara paksa kepada ibu mertua dan istrinya sendiri, yang tak lain adalah anak pelaku.

Uang itu digunakan korban membeli quota [{Handphone}] [Hp], karena sudah kecanduan game online. Tak hanya itu, korban juga sering mabuk dan mengkonsumsi narkoba dan mengancam akan membunuh.

“Kalau tak diberi uang saya dan istri, korban melampiaskan kekesalan dengan memukul anak saya, yang tak lain adalah istrinya sendiri. Anak saya sempat mengalami luka di bagian kepala,” tutur Sutrisno, warga Desa Jelapat Baru RT 10 Kecamatan Tamban Kabupaten Barito Kuala (Batola), di hadapan Kapolres Batola, AKBP Bagus Suseno SIk didampingi Wakapolres, Kompol Jatmiko, Kasat Reskrim, AKP Edi Yulianto, dan Kapolsek Tamban, AKP Aunur Rozaq, S.Sos, Selasa (10/3/2020).

Ia menceritakan, sebelum kejadian korban sudah dalam keadaan mabuk meminta uang kepada istrinya yang baru pulang kerja dan kepadanya.

Saat dinasihati, kata dia, korban malah menjawab tidak takut dilaporkan ke polisi, karena polisi dan preman adalah temannya.

“Mungkin karena tak terima dinasihati, saat saya mengendarai sepeda motor, korban mengejar sambil memanggil nama saya,” bebernya.

Secara spontan pelaku kemudian berhenti dan mengambil kayu di kawasan persawahan terletak di kawasan Jelapat Baru Handil Derawam RT 10 Kecamatan Tamban Kabupaten Batola.

Berita Lainnya
1 dari 853
Loading...

Ketika korban melintas, Sutrisno langsung memukul wajah korban dan membuatnya tersungkur ke tanah.

“Saat itulah saya kembali memukul korban, dan korban sempat meminta ampun jangan dipukuli lagi. Tapi hati merasa panas saya tetap memukulinya hingga tak ada suara lagi terdengar dari korban,” sebutnya.

Selanjutnya, pelaku mengambil terpal dan menggulungnya ke korban yang bersimbah darah. Lalu pelaku pulang dan meminta bantuan kepada istri dan anaknya (istri korban) untuk mengubur korban di sekitar lokasi pembunuhan.

Sutrisno menyesali semua perbuatannya dan meminta maaf kepada pihak keluarga korban. “Saya mengaku salah karena khilaf,” timpalnya.

Diketahui, terungkapnya peristiwa pembunuhan ini bermula ketika petugas menerima laporan temuan jasad dalam kuburan di persawahan Jelapat Baru Desa Handil Derawam, Kamis (05/03/2020) sore.

Itu setelah keluarga korban yang curiga karena tak pernah melihat korban, kemudian mendatangi rumah istrinya.

Mulanya istri korban memberitahu suaminya kerja ke luar daerah dan sempat membuat laporan orang hilang ke kepolisian.

Namun, saat didesak akhirnya mengaku, kalau korban, suaminya dibunuh dan jasadnya dikuburkan di areal persawahan Desa Handil Derawan. (fik/K-4)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya