ODP di Kalsel Tercatat 123 Hingga Jumat Sore

Banjarbaru, KP – Hingga Jumat (20/3) sore kemarin tercatat orang dalam pemantauan (ODP) di Kalsel berjumlah 123 orang. ODP otomatis diberlakukan bagi mereka yang datang berpergian dari luar negeri atau daerah di Indonesia yang sudah terdampak covid-19.


Pemantauan terhadap masyarakat yang datang dari daerah terdampak covid-19 akan dilakukan pihak berwenang. Mereka akan dipantau selama 14 hari.


Apabila selama 14 tidak ada gejala sakit maka otomatis tidak lagi menjadi ODP.

“Orang yang datang terutama dari daerah misalnya Jakarta, Jogjakarta, Surabaya, dan seterusnya akan dipantau. ODP tidak mesti orang yang sakit, tapi sesuai protokol harus dipantau selama 14 hari,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kalsel, HM Muslim, Jumat (20/3), usai rapat koordinasi penanganan covid-19, di Gedung Idham Chalid, Banjarbaru.

Berita Lainnya
1 dari 891
Loading...


Jumlah ODP setiap saat bisa berkurang atau bertambah, sebab banyak orang yang datang dan selesai masa pemantauan.
Atas dasar tersebut, Muslim, menyebut pihaknya meminta pemkab atau pemkot untuk melaporkan perkembangan ODP setiap 6 jam.


“Ditetapkan ODP paling tidak ada riwayat ke tempat lokasi positif. Jika tidak mengalami kriteria tertentu cukup diawasi di rumah, kecuali alami gejala sakit akan diperiksa rumah sakit bersangkutan atau di paskes yang ada,” urainya.


Meski ODP berada di angka seratusan, pasien dalam pengawasan (PDP) tidak bertambah masih tetap lima orang yang sedang diisolasi di RSUD Ulin Banjarmasin.

“Kondisi lima PDP di RSUD Ulin masih stabil, kita masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Jakarta,” cetusnya. (mns/KPO-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya