Pengusaha Travel Yakin Penundaan Umroh Ini Hanya Sementara

Diakui Faisal yang jadi masalah adalah masalah visa, karena visa hanya berlaku hanya 14 hari, sedangkan tiket pesawat bisa di data ulang, sementara penginapan di Arab Saudia masih dilakukan perundingan.

BANJARMASIN, KP – Pengusaha travel umroh dan haji tetap optimis dan berkeyakinan kebijakan penundaan keberangkatan jemaah umrah sifatnya hanya sementara saja.

“ Saya melihatnya pelarangan ini tidak akan berlangsung lama karena tentu sangat merugikan bagi pemerintah Arab Saudi sendiri apalagi jemaah umroh Indonesia sangat banyak setiap tahunnya yang ketanah suci Mekkah, sifatnya hanya temporer” jelasnya onwer PT Travelindo Supriadi kepada wartawan, Minggu.

Owners PT Travelindo Grup ini menilai, kebijakan yang diambil Arab Saudi terbilang sedikit telat atau terlambat jika dibandingkan dengan sebagian negara lainnya didunia yang sudah mengambil kebijakan pelarangan lebih cepat semenjak issu virus Corona menyeruak kepermukaan.

“Penutupan ini menurut saya, sebatas Arab Saudi mempersiapkan perangkat terutama di bandara untuk mendeteksi kalau ada jamaah yang terkena Corona sehingga sebelum masuk Arab Saudi bisa terdeteksi lebih awal terutama di bandara dan imigrasi Arab,” ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kalsel ini.

“ Saya dan teman-teman sesama pengusaha travel semenjak kemarin dirinya selalu memantau situasi terakhir di Arab Saudi dan kabar terbarunya yang didapatkan, Insya Allah pertengahan bulan Maret 2020, Arab Saudi kembali membuka diri untuk jamaah umrah,” jelas pengusaha sukses travel haji dan umroh ini.

Berita Lainnya
1 dari 458
Loading...

Disisi lain, ada hal yang sangat merugikan jika kebijakan penutupan ini berlangsung lama dan tidak mungkin akan lama karena devisa Arab Saudi sangat tergantung dari jamaah umrah dan haji.” tegasnya.

Terpisah owners PT Wahdan H Faisal mengatakan bahwa jemaahnya yang sudah disiapkan berangkat sebanyak 40 orang, untung belum di berangkatkan.

H Faisal

“Rencana minggu pertama bulan ini sudah kami berangkatkan, tetapi karena adanya penundaan hal sudah kami beritahukan ke jemaah,’’ terang Faisal. Untuk rencana keberangkatan segala kebutuhan jemaah dari tiket sampai visa sudah siap.

Diakui Faisal yang jadi masalah adalah masalah visa, karena visa hanya berlaku hanya 14 hari, sedangkan tiket pesawat bisa di data ulang, sementara penginapan di Arab Saudia masih dilakukan perundingan.

Sedangkan masalah visa yang bernilai 185 US Dolar ini jadi masalah apakah kedutaan Arab Saudia bisa memperpanjang visa tanpa biaya. (hif/K-1)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya