Salat Gaib untuk Ustadz KH M Lutfi Yusuf

Banjarmasin, KP – ‘Innalillahi wa Ina ilaihi ‘rojiun, Ustadz KH Muhammad Lutfi Yusuf Lc wafat ketika masih berada di Balikpapan Kalimantan Timur.

Pimpinan Ponpes Tahfidzul Quran Al Ikhsan Sungai Mesa Banjarmasin ini wafat, Minggu (29/3) sekitar pukul 15.15 WITA.

Tentu saja meninggalnya warga Seberang Mesjid Nomor 92 RT 2 yang lahir pada 11 Nopember 1959 itu membuat duka warga Banjarmasin, terutama jemaah Masjid Al Ikhsan.

Informasi, Ustadz Lutfi masuk UGD RSU Kanujoso Balikpapan, hingga akhirnya lelaki berusia 60 tahun itu pun tutup usia.

Saat mencoba mengkonfirmasi hal ini ke keluarga, mereka menampik kalau disebut-sebut KH M Lutfi meninggal karena virus corona.

“Tidak betul, beliau itu punya riwayat diabetes dan jantung.

Saat perawatan di sana memang gula darah beliau naik hingga akhirnya ke jantung, meninggal karena jantung,” ungkap saudara almarhum, Julak Daud.

Berita Lainnya

Aturan Kampanye Diperketat, Hati-Hati Kena Sanksi

Disbunak Kalsel Perkuat Kelembagaan Kelapa Sawit

1 dari 972
Loading...

Sementara dari pantauan di tempat kediaman dan Masjid Al Ihsan tempat KH Lutfi berjemaah, para jamaah dan santri berdatangan menggelar salat gaib.

Sebelumnya Ustadz Maulana Solihin pengajar di Ponpes Al Ikhsan mengumumkan kepada jamaah bahwa Murobbi (guru spiritual) KH Lutfi telah meninggal di Balikpapan.

“Innalillahi wa Ina ilaihi ‘rojiun, telah berpulang ke rahmatullah guru kita KH Lutfi sore tadi di Balikpapan.

Mari kita setelah salat magrib melaksanakan salat gaib mendoakan beliau,” ucap Ustadz Maulana Solihin dengan isak tangis.

Bahkan saat membacakan doa usai salat gaib, lagi-lagi Ustadz Maulana Solihin menangis memanjatkan doa dan itu membuat suasana Masjid Al Ihsan menjadi haru karena jemaah pun larut dalam tangis.

Usai salat berjemaah magrib dan salat gaib, para jemaah dan santri kemudian melanjutkan dengan membacakan tahlil dan yasin mendoakan almarhum dipimpin langsung Ustadz Maulana Solihin.

Jamaah yang hadir di sana mengaku, wasiat dari KH Lutfi sendiri minta dimakamkan di manapun jika meninggal selagi berdakwah.

“Beliau minta di daerah mana pun kalau beliau meninggal di situ minta dimakamkan, mau itu di Jawa atau dimana pun tidak masalah,” ungkap salah satu jamaah. (tim/K-2)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya