Kalimantan Post - Aspirasi Nusantara
Baca Koran
Space Iklan
Space Iklan
Iklan Utama
BanjarmasinTRI BANJAR

Sering Bikin Onar, Ketua Geng Monyet Liar Diincar

×

Sering Bikin Onar, Ketua Geng Monyet Liar Diincar

Sebarkan artikel ini
Hal 14 Foto 3 25 klm tinggi 7 cm 1.jpg 1
PEMBURUAN MOYET - Pemburuan sekawanan monyet liar yang kerap membuat onar di pemukiman warga Komplek Cengkeh III, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara. (KP/Bani )

Banjarmasin, KP – Dentuman suara keras keluar dari sejata milik Anang. Suaranya yang nyaring membuat sekawanan monyet liar di sekitaran pohon Rumbia kocar-kacir karena ketakutan.

Monyet-monyet tak bertuan itu semakin jauh menghilang dari pandangan, masuk ke semak-semak untuk menyelamatkan diri. “Tadi diusir pakai tembakan. Sengaja,’’ ujar Anang.

Kalimantan Post

Ya, Anang merupakan dokter hewan, saat ini ia bekerja di Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarmasin sebagai Medik Veteriner.

Tim Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DKP3 Banjarmasin ini kembali berkolaborasi dengan Tim Animal Rescue BPBD Banjarmasin, Selasa (10/3/20).

Mereka sengaja mendatangi Komplek Cengkeh III, Kelurahan Sungai Andai, Banjarmasin Utara, menyusul adanya laporan warga bahwa sekawanan monyet liar kerap masuk ke permukiman mereka dan membuat onar.

Anang mengatakan, tembakan dari senapan bius memang sengaja dikeluarkan untuk mengusir monyet-monyet liar itu agar menjauh, dan tak lagi masuk permukiman.

Pasalnya, beberapa hari terakhir, sekawanan monyet liar ini kerap membuat onar sehingga warga setempat dibuat resah. “Ya ngacak-ngacak sampah, semuanya lah diobarak-abrik. Warga jadi takut,’’ ucapnya.

Lantaran sekawanan monyet itu keburu kabur, sehingga rencana penangkapan kali ini tak membuahkan hasil. “Kami datang sudah pada kabur semua. Jadi tidak ada yang dapat,’’ imbuh Anang.

Anang menyebutkan, dari hasil pemantauan, sedikitnya ada sekitar 10 sampai 12 ekor monyet yang kerap masuk permukiman warga. “Yang namanya segerombolan ya banyak sekitar 10 sampai 12 ekor kira-kira,’’ bebernya.

Kendati demikian, yang diincar hanya satu. Rupanya kawanan monyet itu mempunyai pimpinan, alias ketua geng. Ukurannya memang lebih besar dari yang lain, dan selalu diikut oleh monyet lain.

Pimpinan monyet itulah yang diincar untuk dilumpuhkan dengan senjata bius. “Yang kami incar adalah pimpinannya, yang besar. Kalau pimpinannya kena kan yang lain ngikut. Tapi sempat kabur, jadi yang lain ikut kabur,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Alumni Fakultas Hukum ULM Lintas Angkatan Bagikan Ratusan Paket Sembako Gratis

Lebih lanjut ia mengatkan, karena pemburuan kali ini tak berhasil, tim akhirnya memutuskan untuk membubarkan diri. Pemburuan akan kembali dilanjutkan jika sewaktu-waktu warga setempat kembali menyampaikan laporannya.

“Nunggu laporan lagi, kalau ada laporan kita tindak lanjuti lagi,’’ pungkas Anang. (sah/K-5)

Iklan
Iklan