Soal Corona, Warga Diimbau untuk Tak Panik

Banjarmasin, KP – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina membuat surat imbuan. Isinya terkait tindak lanjut adanya informasi bahwa salah seorang warga Banjarmasin disebut-sebut sempat berinteraksi dengan warga Jepang yang disuspek terserang virus corona.

“Menyikapi pernyataan presiden, juga ada berita yang menyebut salah seorang yang di suspek dari Jepang bersentuhan dengan warga Banjarmasin, makanya kami keluarkan imbauan untuk warga supaya lebih clear persoalannya,’’ ujarnya Rabu (4/3/20).

Ibnu pun meminta warga untuk tak panik mendengar informasi tersebut. Sebab setelah dikroscek Dinas Kesehatan, yang bersangkutan dinyatakan sehat dan akan terus diawasi perkembangannya.

Dengan demikian, lanjut Ibnu, bisa dipastikan bahwa Banjarmasin saat ini dalam kondisi aman. “Dalam laporan Dinkes yang bersangkutan sehat. Tapi tetap dalam pengawasan kita. Dan sampai hari ini Banjarmasin masih baik-baik saja. Mudah-mudahan situasi ini bisa dikendalikan,’’ yakin Ibnu.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar terus berperilaku sehat dengan selalu mencuci tangan dalam jeda waktu tertentu. Kemudian yang tak kalah penting mengendalikan tangan untuk tak menyentuh bagian wajah, baik hidung, mulut, maupun mata.

Berita Lainnya
1 dari 1.786
Loading...

Sebab, lanjutnya, penularan virus corona bukan dari udara, melainkan dari sentuhan. Ibnu juga menekankan terkait etika batuk dan bersin dengan senantiasa menutupnya. Dan selalu menjaga interaksi dengan orang lain.

“Kalau ada batuk flu, bersin pakailah etika. Kalau bersin ditutup. Saat flu kalau bisa di rumah, jangan di kerumunan,’’ imbuhnya.

Nah, menyinggung soal penggunaan masker, menurutnya, bahwa masker sebenarnya digunakan untuk penderita. Kendati demikian ia tak menyalahkan bagi siapa pun yang mau memakainya.“Tapi yang paling penting adalah kita tak bersentuhan langsung dengan suspeknya,’’ katanya.

Namun saat ini yang menjadi masalah ketika ada oknum mencoba mencari keuntungan dengan menimbun ataupun menaikkan harga sehingga terjadi kelangkaan di pasaran. “Ini yang jadi masalah ketika ada orang-orang yang katanya mencari keuntungan dengan penimbunan-penimbunan,’’ imbuhnya.

Lebih lanjut Ibnu juga mengharapkan agar pengawasan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan untuk menjalankan SOP. Hal ini tentu sangat penting agar orang yang ter suspek virus corona ini bisa terdeteksi.

“Tentu di bandara di pintu masuk harus segera dijalankan SOP nya. Ketika baru datang di luar cuma disuruh mengisi kartu kuning itu sangat tak hati-hati sekali,’’ tukasnya. (sah/K-5)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya