Balitbangkes Tetapkan Pemeriksaan Pakai Form dan SOP

75

Banjarmasin, KP – Plt Kepala BBTKLPP Banjarbaru, Hamidi menjelaskan, menerima specimen untuk pemeriksaan Covid-19 dari rumah sakit, Dinkes dan Labkes, bukan dari perorangan.

“Pemeriksaan menggunakan form dan SOP yang telah ditetapkan Balitbangkes,” katanya.

Diungkapkan, BBTKLPP mampu melakukan pemeriksaan 64 spesimen/hari,

“Namun tahap awal hanya 32 spesimen dengan waktu penyelesaian 2-3 hari, serta akan menyesuaikan tergantung jumlah sampel yang masuk,” jelasnya.

Kendala yang dihadapi, adalah keterbatasan sarana dan prasarana (kapasitas pengujian terbatas), apabila ada peningkatan jumlah specimen maka waktu penyelesaian lebih lama dan perlu dukungan penyediaan APD serta karena melibatkan tenaga dari MIPA ULM maka dianggap perlu kompensasi honorarium.

{]Harus Bersinergi

Sementara Wakil Ketua DPRD Kalsel, M Syaripuddin meminta semua pihak untuk bersinergi melawan virus Covid-19 di wilayah Kalsel, sehingga pandemi ini bisa segera berakhir.

“Kita minta semua pihak bersinergi melawan Covid-19,” kata Bang Dhin, panggilan akrab M Syaripuddin kepada wartawan, Selasa (7/4).

Berita Lainnya

Karena, hal ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

Namun perlu kebersamaan, termasuk masyarakat yang ikut membantu memutus rantai penyebaran Covid-19, dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, menjaga kebersihan dan lingkungan.

“Terutama menggunakan masker dan sering mencuci tangan, agar terhindar dari penularan virus Covid-19,” tambah politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Bahkan untuk itu, politisi muda ini berkomitmen menampung semua aspirasi dan bersedia menjembatani dengan pemerintah terkait kendala-kendala yang dihadapi di lapangan.

“Kita rela mengeluarkan uang dari kantong pribadi terkait pembelian APD dan Rapid test untuk dibagikan kepada Faskes yang melayani penanganan Covid-19,” ujar Bang Dhin.

Selain itu, Bang Dhin juga berinisiatif mendatangi Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Banjarbaru, yang ditunjuk menjadi laboratorium pemeriksaaan Covid-19.

“Karena laboratorium ini sangat penting untuk memeriksa pasien yang diindikasi tertular Covid-19 atau tidak,” jelasnya.

Apalagi hasil laboratorium yang dilaksanakan di Banjarbaru bisa diperoleh dalam waktu singkat, sehingga pasien atau orang yang diindikasikan positif Covid-19 bisa segera diketahui. “Ini untuk mempermudah penanganan selanjutnya, termasuk pencegahan yang dilakukan,” tambah Bang Dhin. (lyn/K-2)

Loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

loading...

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya