PSBB Hari Pertama Jadi Preseden Buruk

Rasa kedisiplinan masyarakat untuk menaati peraturan yang mulai tumbuh jangan sampai dibuat hancur.

Banjarmasin, KP – Rasa kedisiplinan masyarakat harus segera dikalikan. Jika tidak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Banjarmasin yang akan dilakukan selama masa inkubasi 14 hari terancam gagal.

Dari pelaksanaan hari pertama PSBB kemarin banyak ditemukan aturan-aturan yang tak berjalan efektif. Bahkan, Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi menyebutnya amburadul, sama seperti daerah lain.

Khususnya di aturan Pembatasan di pintu masuk kota. Skrining yang direncanakan sejak awal gagal. Kemudian pengecekan identitas, serta pembatas orang yang masuk hanya dilakukan di pagi hari. Sifatnya masih seperti sosialisasi.

Menjelang siang, pos-pos penjagaan berangsur sepi. Petugas balik kanan. Maklum mungkin karena mulai panas, terlebih awal puasa. Sehingga arus lalu lintas kembali tak terkendali.

Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Drs H Ichwan Noor Chalik sempat mengaku kecewa dengan penerapan PSBB di hari pertama ini. Pasalnya, ia mengaku sudah mewanti-wanti saat apel pagi agar teknis yang dijalankan sesuai rencana.

“Hari pertama ini agak mengecewakan. Sejak apel pagi saya tegaskan, yang pertama harus skrining kan dengan alat thermo gun. Tapi kenyataannya tidak ada,” katanya saat memantau penjagaan di pintu masuk kota KM 6 kemarin.

Lalu tidak efektifnya pemberlakuan PSBB di hari pertama ini apakah akan berdampak dengan kedisiplinan masyarakat di hari berikutnya? Tentu ini yang dikhawatirkan. Jangan sampai masyarakat berpikir bahwa PSBB hanya seperti ini saja.

Menurut pengakuan salah seorang warga, Yadi, ia mengira bahwa penerapan PSBB di hari pertama ini akan sebegitu ketatnya. Akan timbul kemacetan karena setiap pengendara harus diperiksa satu-satu.

Namun, faktanya jauh dari perkiraannya. “Rupanya nggak ada penjagaan. Saya kira seharian penuh,” ujarnya kepada Kalimantan Post.

Rencana awal memang demikian. Penjagaan di pintu masuk kota memang dijaga 24 jam. Tak pakai masker disuruh pulang. Itu sering diungkapkan saat PSBB disosialisasikan. Namun, nyatanya berbeda.

Berita Lainnya
1 dari 1.440
Loading...

Yadi mengaku memang sempat melihat penjagaan ketat dari pagi oleh petugas. Namun sekitar pukul 12 siang penjagaan itu menjadi longgar. Bahkan tak ada sama sekali.

“Kalau pagi rame lengkap di situ yang jaga. Polisi lengkap Satpol PP, Dishub juga. Tapi sebelum jam jam 12 sudah tak ada lagi,” ungkapnya.

Senada dengan Yadi, adalah Iyus, menurutnya sejak titik penjagaan ditinggalkan petugas, pengendara melintas dengan bebas. Bahkan, pos penjagaan terlihat kosong.

“Kalau nggak dijaga ya bebas orang keluar masuk. Tenda juga kosong nggak ada yang mengawasi,” katanya.

Juru Bicara Percepatan Penangan Covid-19 Banjarmasin, Machli Riyadi mengaku bahwa skrining di pintu masuk kota masih dalam tahap uji coba. Meski sebenarnya PSBB sudah efektif mulai diberlakukan.

“Kami sebenarnya ujicoba saja. Itu memungkinkan nggak di skrining di sini,”katanya.

Machli mengaku bahwa hasil pemberlakuan PSBB di hari pertama ini akan dievaluasi kembali.” Akan kita evaluasi pasti. Setiap hari akan kita evaluasi kami koordinasikan dengan Kapolres, Dandim, Kasatpol PP,” pungkasnya.

Adapun Walikota Banjarmasin Ibnu Sina saat ditanya terkait tak efektifnya pelaksanaan PSBB di hari pertama ini mengatakan, bahwa setidaknya masih ada beberapa pengecekan suhu tubuh, dan petugas meminta untuk warga memakai masker.

“Ya paling tidak kita melihat di cek kesehatan, suhu tubuhnya, dan memastikan paling tidak wajib pakai masker,” katanya.

Ibnu pun mengingatkan warga yang memasuki pintu masuk kota untuk berhati-hati. “Juga memperlihatkan kartu tanda pengenal. Supaya kita memastikan yang tak berkepentingan jangan masuk kota,”imbuhnya.

Selain itu, ingin memastikan agar warga juga tak keluyuran terlebih saat diberlakukannya jam malam pukul 21.00 – 06.00 Wita. “Pastikan di rumah. Terkecuali memenuhi kebutuhan pangan, jadi saya kira mohon kerja sama semua pihak,” pungkasnya. (sah/K-3)

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya