Rakyat Juga Takut Para Kriminal

Oleh : Sri Astuty Handayani, SP
Ibu Rumah Tangga dari Batola

Saat ini seluruh dunia telah melakukan upaya perlindungan terhadap masyarakat agar terhindar dari penyebaran virus Corona (Covid-19) yang semakin cepat penularannya. Berbagai kebijakan telah dilakukan oleh masing-masing negara untuk memutus mata rantai penularan dari virus ini. Masing-masing negara melakukan penutupan akses hingga lockdown terhadap seluruh aktivitas masyarakat agar bencana wabah ini segera berhenti.

Sayangnya, di tengah bencana besar ini, Indonesia mengeluarkan kebijakan yang cukup mencengangkan. Disaat negara lain mengancam akan menembak mati jika ada masyarkat yang berani keluar rumah dengan alasan perlindungan terhadap masyarakat dari orang yang akan membunuh orang lain karena virus yang ia bawa, maka ia dikatagorikan sebagai kriminal yang berhak untuk dibunuh. Indonesia malah melepaskan kriminal ribuan kriminal dengan alasan pencegahan penularan dan penghematan anggaran.

Dengan kebijakan pelepasan ribuan narapidana yang dilakukan pemerintah maka hal ini ternyata menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Penulis menilai kebijakan ini sebagai kebijakan yang tidak masuk akal. Bagaimana tidak, disaat masyarakat mengalami keresahan dan ketakutan akibat virus Corona yang melanda, masyarakat juga akan mengalami kekhawatiran dengan adanya para kriminal yang berkeliaran bebas di luar sana.

Berita Lainnya
1 dari 151
Loading...

Walaupun negara menjamin akan tetap mengawasi para narapidana yang dipulangkan, namun para kepolisian juga saat ini mendapatkan tugas yang berat. Disaat para aparat mengawasi dan membubarkan rakyat yang berkerumun dan berkumpul agar terhindar dari penyebaran virus Corona, aparat kepolisian juga disibukkan dengan pengawasan terhadap ribuan narapidana yang berkeliaran di luar sana. Oleh karenanya penulis menganggap keputusan ini sangat lucu, namun menambah beban bagi rakyat.

Kebijakan yang diambil pemerintah saat ini dianggap belum mampu menyelesaikan persoalan pandemic global ini. Bukannya menghentikan penyebaran, pemerintah malahan sibuk dengan berbagai kebijakan yang dianggap tidak dapat melindungi dan menolong rakyatnya.

Inilah bukti perbedaan antara sistem kapitalis dan sistem Islam. Dala sistem kapitalis, kebijakan yang diambil hanya diukur dari manfaat dan keuntungan ekonomi semata. Seperti halnya pelepasan ribuan narapidana ini. Karena alasan penghematan anggaran, keamanan rakyat dikorbankan.

Berbeda halnya dengan sistem Islam. Untuk mengatasi wabah, Islam mendengarkan kepada para ahlinya (dokter) untuk mengatasi wabah. Para pelaku garda terdepan dalam penanganan wabah akan dicukupkan segela keperluannya. Negara juga menjamin seluruh kebutuhan masyarakat sebagai bentuk riayah negara terhadap rakyat. Negara akan memberikan eduksi terhadap rakyat untuk mengatasi wabah. Sehingga dengan sendirinya masyarakat akan protek terhadap diri mereka masing-masing tanpa paksaan dan ancaman. Dilain sisi negara juga menjamin keamanan dan kesehatan masyarakat.

Inilah yang menjadi kunci dalam sistem Islam yaitu penerapan hukum Islam secara total diseluruh lini kehidupan menjadikan penangan terhadap wabah bisa cepat teratasi. Di satu sisi negara berusaha untuk memenuhi tanggung jawabnya mengurus rakyat dengan jaminan pemenuhan kebutuhan dan keselamatan rakyat. Rakyat juga didorong untuk saling menjaga dan taat terhadap aturan yang ditetapkan oleh pemerintah. Dengan demikian maka segala ujian dan bencana yang terjadi bisa segera teratasi tanpa menimbulkan korban jiwa. Wallahu ‘alam….

loading...
Berlangganan via E-MAIL
Berlangganan via E-MAIL

Situs ini menggunakan Cookie untuk meningkatkan Kecepatan Akses Anda. Silahkan Anda Setujui atau Abaikan saja.. Terima Selengkapnya